Masuk

Soroti Kematian Ustadz Maaher, Munarman: Diobati Dulu Bukan Malah Dipenjara

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyoroti kematian Ustadz Maaher alias Soni Ernata di dalam Rutan Mabes Polri.

Munarman menyayangkan kondisi Ustadz Maaher yang sempat menderita sakit saat menjalani masa penahanannya di Rutan Mabes Polri.

Ia pun menilai, seharusnya proses penahanan terhadap almarhum Ustadz Maaher ditangguhkan lebih dulu lantaran kondisi yang bersangkutan tengah sakit dan menderita secara fisik maupun psikis.

Baca Juga: Rizal Afif Ngaku Dibayar Rp7 Juta demi Membela Munarman, Kini Tak Diakui Habib Bahar sebagai Murid

“Tidak boleh orang yang sedang menderita secara psikis ataupun fisik menjalani proses hukum,” kata Munarman, Rabu 10 Februari 2021 seperti dikutip dari Suara.com.

Menurutnya, tahanan yang sakit harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu hingga sembuh. Selain itu, kata Munarman, penahanannya juga harus ditangguhkan.

“Diobati dulu sampai sembuh, ditangguhkan penahanannya, diberi kesempatan berobat. Setelah sehat dan fit baru proses hukum dijalankan,” tegasnya.

Baca Juga: Terbukti Bukan Teroris! Munarman Tetap Divonis Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Luhut: Apa Aparat Berani Tangkap?

Munarman juga mengungkapkan, dalam setiap proses pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) maupun persidangan selalu ada pertanyaan yang merujuk kepada kondisi kesehatan tersangka.

“Kalau dijawab tidak sehat, maka semua proses hukum harus dihentikan, diobati dan disembuhkan dulu, bukan malah dipenjara. Begitu harusnya penerapan hukum berdasar kemanusiaan yang adil dan beradab,” tuturnya.

Diketahui, Ustadz Maaher At Thuwalibi meninggal dunia di sel tahanan Mabes Polri pada Senin 8 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 WIB usai menderita sakit.

Adapun jenazah almarhum telah dikebumikan usai sebelumnya dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca Juga: Protes Vonis 10 Tahun M Kace, DS: Munarman yang Jelas-Jelas Provokasi Orang untuk Bom Bunuh Diri Divonis Cuma 3 Tahun

Sebelum wafat, Ustadz Maaher berstatus tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri.

Sewaktu menjadi tahanan Dittipidsiber Bareskrim, Ustadz Maaher sempat dibantarkan karena sakit.

Pihak pengacara dan keluarga juga sebelumnya telah menyebut Ustadz Maaher sempat sakit terkait usus. Beberapa kali almarhum mengeluhkan hal itu.

“Awal beliau dioperasi ususnya itu, kira-kira 3 bulan yang lalu, nampaknya penyakit itu masih menjadi keluhan juga,” ujar pengacara Ustadz Maaher, Djudju Purwantoro kepada wartawan di RS Polri, Senin 8 Februari 2021.

Pihak keluarga yakni adik almarhum, Jamal juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menyebut Ustadz Maaher sempat menderita TB usus.

“Beliau kan punya TB usus. Dulu sebelumnya sempat sakit parah kan, drop, terus kemudian sudah membaik,” ujarnya.