Soroti ‘Ustaz Kadrun’ Soal Bom Gereja Makassar, PDIP: Nyai Pengen Tau Komentar Mereka

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Dewi Tanjung turut mengutuk keras pelaku di balik aksi pengeboman Gereja Katedral di Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui bahwa aksi pengeboman tersebut ialah bom bunuh diri yang memakan korban pelaku sendiri.

Kutukan itu Dewi layangkan melalui cuitan yang ia bagikan pada akun Twitter pribadinya, @DTanjung15.

Baca Juga: PDIP Imbau Menteri Tetap Fokus Pada Tugas Pokok Bantu Presiden,...

“Nyai Mengutuk Keras Aksi Pelaku Bom Bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar,” cuit Dewi, dikutip dari akun @DTanjung15, Senin, 29 Maret 2021.

Dewi berpendapat dengan adanya peristiwa ini tersebut membuktikan bahwa adanya perkembangan paham radikalisme di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Sandingkan Anies-Puan di Pilpres 2024, Pengamat: Paket Komplet tapi Pendukungnya...

Oleh karena itu, Dewi menilai manusia kemudian menjadi teroris sesat akibat paham tersebut.

“Inilah dampak buruk dari berkembangnya paham Radikalisme menjadikan manusia jadi Teroris Sesat,” tutur Dewi Tanjung.

Di sisi lain, perempuan yang kerap memanggil dirinya Nyai ini juga mengaku penasaran dengan komentar ustaz-ustaz yang disebutnya kadrun perihal peristiwa bom gereja ini.

Baca Juga: Sandingkan Anies-Puan di Pilpres 2024, Pengamat: Paket Komplet tapi Pendukungnya...

Para ‘ustaz kadrun’ ini dinilai Dewi telah menyebarkan ujaran kebencian terhadap umat non-muslim dalam ceramah mereka.

“Nyai Pengen tau apa Komentar dari Ustad-ustad Kadrun yang selama ini suka menyebarkan ujaran kebencian,” ujar Dewi Tanjung.

Cuitan Dewi ini dianggap warganet memancing keributan antar agama.

“PDIP kafir memang selalu mancing mancing umat islam untuk menimbulkan kegaduhan,” tulis warganet

“Ini nenek-nenek selalu bikin gadung narasinya setiap kejadian selalu cari panggung? Ketika nanti rezim lengser, semoga masih hidup dan merasakan btapa pedihnya di kriminalisasi,” ujar warganet lainnya.

“Ini politikus bikin keruh,” tutur warganet.

Bagikan