Terkini, Makassar – Dokter yang juga influencer kesehatan dari Kota Makassar dr Helmiyadi Kuswardhana meninggal dunia pada Rabu 10 Juli 2024 pukul, saat selesai bertugas melakukan tindakan operasi pasien.
Kepergian dr Helmiyadi membuat banyak orang, khususnya keluarga dan rekan sejawatnya sangat terpukul. Hal itu karena dokter yang rajin membagikan konten edukasi dan lucu di media sosial itu meninggal secara tiba-tiba akibat henti jantung atau cardiac arrest.
Diketahui, rutinitas dr Helmiyadi yang aktif membagikan konten kesehatan di media sosial, tidak terlepas dari aktivitasnya sejak menjadi mahasiswa.
Ketua IDI Kota Makassar, Dr Abdul Aziz mengungkapkan, dr Helmiyadi yang merupakan anggota IDI Cabang Makassar, dikenal sangat aktif dalam dunia kemanusiaan.
“Ini merupakan kehilangan sangat besar buat kami, kehilangan seorang adek kami, dokter Helmi. Dokter Helmi ini telah membersamai kami sejak mahasiswa, dan merupakan seorang aktivis kemanusiaan, mulai dari masuk dalam tim bantuan medis bersama kami ketika masih mahasiswa,” jelas dr Abdul Aziz saat memberi sambutan di rumah duka dr Helmiyadi di Perumahan Cendrawasih Mansion, Kamis 11 Juli 2024.
- Stok BBM Aman, Pertamina Ajak Stakeholder Bersama Atasi Antrean di SPBU
- Makassar Gandeng Gowa dan Maros Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
- Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNM Buka PMB 2026, Tawarkan Prospek Kerja Luas
- Kadisdikbud Resmi Buka Perkemahan Satu Hari Pramuka Prasiaga TK Pembina Jeneponto
- RCC Makassar Gelar Halal Bihalal dengan Gowes Santai Keliling Kota
Kedua IDI Sulawesi Selatan, Dr dr Siswanto Wahab, Sp. KK menyampaikan, dr Helmiyadi dikenal sangat aktif dan menjadi garda terdepan saat penanganan covid-19 di Sulawesi Selatan saat masa pandemi.
“Dia berada di garda terdepan. Kami memberi penghargaan setinggi-tingginya. Kami sangat kehilangan, karena kami tidak pernah mendengar beliau sakit diopname,” jelas Siswanto.
Helmiyadi adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang meninggal dunia pada usia 41 tahun pada Rabu 10 Juli 2024. Dokter kelahiran Ujung Pandang, 15 Mei 1983, ini wafat usai menjalankan tugas di RSUD Mamuju, Sulawesi Barat.
Helmiyadi menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Hasanuddin lalu melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi dan traumatologi di universitas yang sama.
Helmiyadi tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Indonesia (PABOI).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
