Lebih lanjut, Achi menyampaikan bahwa sistem ini memungkinkan orang tua memantau posisi pendaftaran dan peringkat anak berdasarkan jalur seleksi secara langsung melalui perangkat ponsel.
“Semua proses bisa dipantau secara terbuka sejak awal pendaftaran hingga pengumuman,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kendala teknis seperti gangguan server dengan menyediakan sistem server terpisah untuk setiap jenjang pendidikan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa peluncuran SPMB berbasis digital ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Sistemnya kita perbaiki dan upgrade agar tidak terjadi lagi kendala seperti sebelumnya,” katanya.
- Dari Perut Bumi Arpal, Sumur Bor TMMD ke-128 Hadirkan Air Bersih, Wujud Investasi Harapan Masyarakat
- Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Antarkan Makassar Jadi Kota Toleran
- Wali Kota Makassar Munafri: Pendidikan Hak Semua Warga, Momentum Hardiknas Perkuat Komitmen Bersama
- Mammana Florist Hadirkan Standar Kerapian dan Presisi untuk Karangan Bunga di Makassar
- Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia
Munafri menyoroti pentingnya sistem yang stabil untuk menghindari spekulasi publik terkait praktik tidak transparan dalam proses penerimaan siswa.
“Jangan lagi ada alasan server down, karena itu bisa menimbulkan kecurigaan adanya praktik yang tidak semestinya,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan sistem yang terbuka dan terintegrasi, potensi kecurangan dapat ditekan secara signifikan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan semakin meningkat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
