STP Unhas ‘Golden Bridge’ Inovasi dan Bisnis Komoditi Perikanan Sulsel dan Shanghai

STP Unhas ‘Golden Bridge’ Inovasi dan Bisnis Komoditi Perikanan Sulsel dan Shanghai

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“RICAFE memiliki Stasiun Penelitian di Maros, Barru dan Takalar dengan berbagai komoditi perikanan yang dikembangkan antara lain udang Windu, udang Vannamei, kepiting bakau, ikan baronang, ikan nila dan rumput laut,” ujarnya.

Lanjut Dr. Asda mengajukan dua komoditi utama yang akan dikerjasamakan dengan pihak Shanghai, yakni udang windu dan K
Kepiting bakau. 

Selanjutnya Dr. Lideman, S.Pi, M.Sc sebagai Ketua Tim mewakili Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar mempresentasikan “A Brief Profile of Center for Brackishwater Aquaculture Development (CBAD), Directorate General of Aquaculture, Ministry of Marine Affairs and Fisheries”.

Dalam paparannya menjelaskan mandat utama dari CBAD untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknik budidaya  dan memelihara ikan, udang dan rumput laut serta mengelola sumber daya air dan penyakit. 

“CBAD mengembangkan beberapa komoditi perikanan, antara lain udang windu, udang vannamei, rumput laut, ikan bandeng, ikan kakap, kepiting bakau dan kepiting rajungan dan ikan nila serta Phytoplankton dan Zooplankton,”urainya.

Dr. Lideman juga menyampaikan beberapa fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh CBAD, antara lain laboratorium penyakit dan kesehatan ikan, laboratorium lingkungan (kualitas air), tambak alam serta laboratorium rumput laut. 

“Dalam kerjasama ini, Pihak CBAD mengharapkan kerjasama untuk komoditi, antara lain rumput laut (benih dan lingkungan), udang (induk vannamei), K
kepiting (benih), ikan (kakap) dan P
penyediaan alat dan sarana penelitian,”ujarnya.

Pihak ECSFRI sangat antusias mengikuti Video dan International Conference dengan memadukan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Ms. GAO Jianfeng, Direktur ECSFRI, CAFS memberikan salam pembuka dan memperkenalkan peserta dari ECSFRI. 

Selanjutnya Mr. JANG Keji memperkenalkan fasilitas dan riset serta inovasi terkini ECSFRI. ECSFRI memiliki 4 Stasiun Penelitian, antara lain: Qionghai, Hannan Province; Fuding, Fujian Province; Ganyu, Jiangsu Province dan Ninghai, Zhejian Province dan dilengkapi dengan 3 kapal penelitian dengan alat penelitian khusus bidang perikanan dan kelautan yang canggih dan mutakhir. 

STP Unhas ‘Golden Bridge’ Inovasi dan Bisnis Komoditi Perikanan Sulsel dan Shanghai
Peserta Internasional Conference di ECSFRI di Shanghai/ ist

Beberapa topik penelitian dari ECSFRI dipresentasikan pada Video dan International Conference tersebut, antara lain Breeding and Culture of Three Tropical Marine Fishes and Lobster Domestication (LIU Jianyi; Conservation and Exploitation of Aquatic Species in Estuaries of China (FENG Guanfeng).

Kemudian Construction of Biological Security System for Intensive Culture of Shrimp (LI Xincang); Gentle Processing and High-Value Utilization of Aquatic Products (GUO Quanyou); Fish Nutrition and Feed Research (WANG Wei).

Surveillance on Aquatic-borne Pathogen and Development of Probiotics in Aquaculture (CHI Hui); and Cooperation on Resource Conservation and Artificial Culture of Seahorse (LIN Tinting). 

Video dan International Conference yang dimulai dari jam 14.00 Wita/Waktu Shanghai berakhir menjelang jam 18.00, dimana kedua belah pihak (ECSFRI dan Universitas Hasanuddin dalam hal ini STP dan FIKP bersama Mitra Strategisnya–DKP Provinsi Sulawesi Selatan, BRPBAP3 Maros dan BPBAP Takalar) telah bersepakat dengan poin-poin kerjasama bilateral dalam Penelitian, Pengembangan dan Bisnis Komoditi Perikanan di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. 

Untuk merealisasi agenda kerjasama ini, Pihak ECSFRI menunjuk Mr. Bianbian Zhang sebagai Information Coordinator, sedangkan Pihak Unhas menunjuk Dr. Andi Amri, S.Pi, M.Sc sebagai Person in Charge (PIC)  yang juga sekaligus Manajer Bisnis dan Kemitraan STP Universitas Hasanuddin. 

Prof. Wardihan selaku Direktur STP menyampaikan bahwa STP akan dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama. 

“Semoga visi dan misi STP ini dapat direlisasikan dengan memaksimalkan prinsip-prinsip kerjasama Triple Helix maupun Penta Helix sebagai “Golden Bridge” dalam pembangunan dan pengembangan tidak hanya terbatas pada komoditi dan sektor perikanan tetapi semua sektor di Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat,”harap Wardihan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.