Terkini.id, Manado – Pasca-gempa bumi yang terjadi di Manado, Kamis 14 November 2019 lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencatat sudah terjadi 187 kali gempa susulan.
Sebanyak 187 kali gempa tersebut setidaknya terjadi hingga pukul 20.00 WITA Sabtu 16 November 2019 lalu.
Gempa bumi susulan itu terjadi pascagempa magnitudo 7,1 di Laut Maluku, Kamis 14 November 2019 pukul 23.17 WIB. Sepuluh gempa di antaranya dirasakan oleh warga.
“Kisaran magnitudo gempa susulan antar magnitudo 2,9-6,1,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko, Sabtu malam.
BMKG juga ungkap penyebab terjadi gempa di Laut Maluku, Ambon, dan Bali. Menurut BMKG, gempa di tiga wilayah ini, beda sumber, dan mekanisme.
- Gempa M 7,6 Sulut--Malut Rusak Fasilitas Olahraga, Satu Warga Meninggal di Manado
- Pasca Gempa M 7,1 di Manado dan Maluku Utara, Aktivitas Warga Kembali Normal
- Beberapa Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,1 di Maluku Utara
- Gempa M 7,1 di Manado dan Maluku Utara, Belum Ada Korban Jiwa
- Gempa Besar Hantam Malut dan Sulut Potensi Tsunami
Gempa Laut Maluku dipicu oleh adanya deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Sementara, gempa Bali dibangkitkan oleh sumber gempa sesar naik di utara Bali.
Lalu, gempa Ambon terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan sebelumnya.
Selain berbeda dalam sumber gempa, ketiga gempa tersebut juga berbeda dalam mekanisme sumbernya.
Gempa Laut Maluku memiliki mekanisme sumber sesar naik (thrust fault). Gempa utara Bali memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique thrust), dan gempa Ambon memiliki mekanisme sesar geser (strike slip).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
