Terkini.id, Jakarta – Sejauh ini, belum ditemukan korban jiwa pasca-gempa yang terjadi di Manado dan Maluku Utara sejak pukul 02.29 WITA, Jumat 15 November 2019.
Seperti diketahui gempa bermagnitude 7,1 telah terjadi di Jailolo Maluku, dini hari tadi.
BMKG mencatat, hingga pagi ini, Jumat 15 November 2019 pukul 02.29 Wita, sudah 28 kali terjadi gempa susulan pascagempa 7,1 tersebut.
Kepala Pusat BMKG, Dwikorta Karnawati mengungkapkan, kekuatan gempa susulan itu bervariasi, dari magnitudo 3,2 hingga terbesar 5,9.
Pihaknya terus melakukan monitoring gempa-gempa susulan yang akan terjadi.
- Gempa M 7,6 Sulut--Malut Rusak Fasilitas Olahraga, Satu Warga Meninggal di Manado
- Sudah 187 Kali Gempa Susulan di Manado, 10 Kali Dirasakan Warga
- Pasca Gempa M 7,1 di Manado dan Maluku Utara, Aktivitas Warga Kembali Normal
- Beberapa Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,1 di Maluku Utara
- Gempa Besar Hantam Malut dan Sulut Potensi Tsunami

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, peringatan dini tsunami akibat gempa bumi magnitudo 7,1 di Jalolo, Maluku Utara, yang terjadi pada Kamis 14 November 2019 pukul 23.17 WIB telah berakhir.
BMKG sudah mencabut status peringatan dini tsunami sekitar pukul 01.45 WIB.
Air Laut di Manado Naik ke Jalan
Sementara itu, di kawasan Pantai Boulevard Manado, terlihat air naik ke jalan pasca-gempa.
Lokasi gempa 1.63 LU, 126.40 BT (134 km Barat Laut Jailolo – Malut terjadi di kedalaman 10 kilometer. Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan yaitu meliputi Halmahera, Kota Bitung dan Kota Ternate dengan status waspada.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
