Survei Pilwali Kota Makassar: Danny Pomanto Masih Teratas

Terkini.id, Makassar – Moh Ramdhan Pomanto, masih menjadi kandidat terkuat dalam Pilwali Kota Makassar 2020 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, hasil survei yang dilakukan PT General Survei Indonesia menunjukkan tingkat popularitas Danny Pomanto mencapai 92,6 persen.

Direktur Eksekutif PT General Survei Indonesia, Herman Lilo saat merilis survei dalam acara ngobrol politik “Menakar Peluang Kandidat Pilwali Makassar 2020” di Warkop Todopuli, Minggu 1 Desember 2019 kemarin.

Herman Lilo mengungkapkan, suvei tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel yang dilakukan pada 8-18 November 2019 dengan 880 responden yang tersebar di 15 kecamatan di Makassar.

Sementara, margin of error mencapai 3,8 persen.

Selain Danny Pomant yang menunjukkan persentase 92,6 persen, urutan kedua ada Munafri Arifuddin (Appi) 88,2 persen dan Syamsu Rizal (Deng Ical) 88,2 persen.

“Tiga calon ini, ternyata disukai oleh warga Kota Makassar,” kata Herman Lilo.

Tingkat Elektabilitas

Sedangkan elektoral atau tingkat keterpilihan, Danny Pomanto memperoleh 32,4 persen, kedua ada Appi 25 persen dan Deng Ical 14,3 persen.

“Saya hanya memaparkan tiga kandidat saja, sedangkan swing voter atau yang belum menentukan pilihan itu 13 persen, artinya swing voter ini terbilang rendah di Makassar,” paparnya.
Baca Juga : Irianto Andi Baso Ence Bagikan Tiga Tiket Umrah Gratis

Sementara itu, Direktur Eksekutif Nurman Idrus Strategi, Nurma Idrus menanggapi hasil survei PT General Survei Indonesia.

Menurutnya, hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya hampir sama dengan hasil survei PT General Survei Indonesia. Hanya saja surveinya hanya mensurvei 14 kecamatan.

“Angkanya beda-beda tipis, tapi kami melepas Kecamatan Sangkarang karena biaya untuk survei di sana sangat mahal,” ungkap Nurman Idrus.

Nurman Idrus mengatakan, jelang Pilwali Makassar 2020, ia membagi tiga level, di mana level 1 diisi oleh Danny Pomanto, Deng Ical, Munafri Arifudin dan Irman Yasin Limpo (None).

Sedangkan level 2, ada Rachmatika Dewi, Yagkin Padjalangi, Onasis dan Uq. Sementara level 3, ada Dokter Fadli Ananda dan Syarifuddin Daeng Punna.

“Yang memungkinkan menang, mereka yang berpasangan sesama level 1. Kalau level 1 berhadapan sesama level 1 makan akan menunjukkan pertarungan yang sengit,” pungkasnya.

Sementara pengamat politik dari Unismuh Makassar, Abdi juga menilai peluang head to head di Makassar sangat terbuka lebar. Pasalnya hanya ada dua bakal calon yang memiliki modal yang cukup untuk menguasai medan politik Kota Makassar.

“Modal kecerdasan, modal opini publik, modal kekuatan finansial, dan modal kekuatan birokrasi sangat menentukan dalam pilkada. Dan yang memiliki seluruh modal itu hanya ada calon,” imbuhnya.

Berita Terkait