Sutiyoso Bicara Soal Ketakutan Etnis China Menjadi Mayoritas di Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Sutiyoso alias Bang Yos selaku mantan Gubernur DKI Jakarta memberikan tanggapannya mengenai banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Dilansir gelora.co, Jumat 20 Mei 2022, Bang Yos juga merasa miris akan TKA yang semakin hari semakin banyak. Menurutnya jika Indonesia membutuhkan tenaga ahli, jumlah tenaga ahli bukan ribuan namun hanya dua atau tiga orang.

“Saya miris kok banyak sekali pekerja asing datang, kalau dia investor bawa duit ya silahkan, kalau tenaga ahli silahkan, tenaga ahli itu dua atau tiga, bukan ribuan,” ujar Bang Yos, dikutip dari gelora.co, Jumat 20 Mei 2022.

Baca Juga: Dituding ‘Rasis’ oleh Grace Natalie, Sutiyoso: Saya Nasionalis Sejati

Selain itu, Bang Yos meminta Indonesia harus waspada terhadap tenaga kerja asing tersebut, karena kebanyakan mereka tidak akan kembali ke negara asalnya.

“Jadi kita harus waspada, saya jamin orang itu gak akan pulang ke negaranya,” ucap Bang Yos.

Baca Juga: Pesan Sutiyoso Untuk Grace Natalie: Saya Nasionalis Sejati Bukan Rasis

Lebih lanjut lagi alasan tenaga kerja etnis China yang tidak kembali lagi ke negara asalnya tersebut akan memiliki keturunan di Indonesia, dan hal ini bisa membuat mereka menjadi etnis mayoritas di tanah air.

“Jadi jangan sampai kita gak sadar-sadar akhirnya mereka yang mayoritas suatu saat nanti,” tutur Bang Yos.

Bang Yos juga membeberkan mengenai alasan pekerja asing tersebut (etnis China) yang tidak kembali ke negaranya karena betapa kejamnya aturan yang ada di negara asalnya.

Baca Juga: Pesan Sutiyoso Untuk Grace Natalie: Saya Nasionalis Sejati Bukan Rasis

Misalnya masalah soal kebijakan memiliki anak yang hanya boleh satu orang, jika mempunyai anak dua, anak kedua tersebut akan diperlakukan seperti anak yatim piatu oleh pemerintah setempat.

“Di Tiongkok jika punya anak dua, yang kedua seperti anak yatim piatu diperlakukannya oleh pemerintah, di sini mereka bikin anak sebanyak-banyaknya,” ungkap Bang Yos.

Bang Yos juga pesan agar lihatlah kejadian yang ada di negara Indonesia terdekat, mayoritas pejabat penting di negara tetangga hampir seluruhnya merupakan etnis Tiongkok.

“Yang paling dekat Singapura, perdana menteri pertama orang Melayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Lihatlah Malaysia sudah beberapa departemen dipimpin etnis ini,” imbuhnya.

Ia meminta agar Indonesia bisa belajar dari apa yang terjadi di negara tetangga tersebut.

“Kok kita gak sadar-sadar gitu, bukan apa-apa saya ini orang intelejen, bisa membaca. Pegawai-pegawai itu yang di Kalimantan, Sulawesi sampai Papua gak akan kembali ke sana,” kata Bang Yos.

Bang Yos juga menjelaskan bahwa di usianya yang sudah berumur 77 tahun, ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan mengabdi untuk Indonesia.

“Saya sudah tua, tapi tidak bisa diam saja tutup mata, tidak bisa saya seperti itu, itu akan dosa bagi saya” tambahnya.
 
“Saya ingin wakafkan sisa umur saya untuk mengabdi kepada negeri ini, saya ingin negeri ini negeri yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” terang Bang Yos.
 
Bang Yos juga tidak lupa menyinggung permasalahan utang Indonesia yang semakin tinggi serta kekhawatiran terhadap nasib bangsa Indonesia kedepannya.
 
“Apalagi akibat pandemi dan utang yang bertumpuk situasi ke depan khawatir situasi lebih buruk lagi,” tandasnya.
 
“Oleh karena itu kita tidak boleh diam, kita harus paling depan mengamankan NKRI sesuai cita-cita para leluhur kita,” pungkasnya.

Bagikan