Menyikapi polemik viralnya konten dua kreator asal Bulukumba yang diduga memplesetkan terjemahan ayat suci Alquran sebagai materi komedi, Relawan Kemanusiaan Bulukumba menggelar Dialog Publik dan Berbuka Puasa Bersama bertema "Adab di Atas Ilmu dalam Bermedia Sosial".