Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni membeberkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seringkali mengancam kepala dan sekretaris desa saat mengetahui dana desa sudah cair.Menurut Natalis Tabuni, KKB kemudian meminta dana desa, lalu dana APBN Republik Indonesia itu digunakan untuk membeli senjata dan amunisi.