Simak Cerita Husnul, Jamaah Haji Termuda Soppeng Didepan Menteri Haji dan Umrah

Simak Cerita Husnul, Jamaah Haji Termuda Soppeng Didepan Menteri Haji dan Umrah

S
Syarief

Penulis

Terkini, Soppeng – Di antara ribuan jemaah yang menunaikan ibadah haji tahun ini, sosok Husnul Khulqy Akhwan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Bagaimana tidak, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, pemuda asal Kabupaten Soppeng ini telah mampu melangkahkan kakinya ke Tanah Suci, melaksanakan rukun Islam yang kelima, sebuah anugerah yang belum tentu dirasakan oleh mereka yang jauh lebih tua darinya.

Momen istimewa pun terjadi ketika Husnul berkesempatan berbincang langsung dengan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf. Pertemuan singkat namun penuh makna itu terjadi di Asrama Haji Sudiang saat Jamaah Haji kloter 1 Embarkasi Makassar tiba di Asrama Haji, Senin, 1 Juni 2026 malam, di mana sang Menteri menyempatkan diri untuk menyapa, bertanya kabar, dan memberikan semangat kepada para jemaah, termasuk pemuda yang satu ini.

Di hadapan Menteri, Husnul menceritakan perjalanan panjang keberangkatannya yang penuh kesabaran. “Saya sebenarnya sudah mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak usia 15 tahun, Pak Menteri,” ungkap Husnul dengan wajah berseri-seri. Pengakuan ini pun membuat Menteri Irfan Yusuf tersenyum dan mengapresiasi niat suci yang telah tertanam begitu dini di hati pemuda tersebut.

Bagi Husnul, keberangkatannya di usia yang masih sangat muda ini bukan sekadar keberuntungan semata, melainkan sebuah strategi dan kesadaran akan pentingnya kondisi fisik yang prima. Ia menyadari betul bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan yang ringan, melainkan sebuah perjalanan perjuangan yang menguras tenaga dan pikiran.

“Menurut saya, berangkat haji saat masih muda itu sangat penting dan sangat menguntungkan. Sebab, seluruh rangkaian ibadah haji ini sangat membutuhkan kekuatan fisik yang luar biasa,” ujar Husnul menjelaskan pandangannya.

Baca Juga

Pernyataan Husnul bukanlah tanpa dasar. Ia telah merasakan langsung betapa berat dan menuntutnya setiap rukun dan wajib haji yang dilaluinya. Sebagai contoh, saat berada di Mina, ia harus menempuh perjalanan jalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer, berangkat dari tenda menuju lokasi pelemparan jumrah dan kembali lagi ke tempat bermalam. Jarak yang cukup jauh itu harus ditempuh di bawah terik matahari dan suasana yang padat jemaah.

Belum lagi saat berada di sekitar Ka’bah, di mana ia melaksanakan Tawaf dan Sai. Dalam satu kali rangkaian ibadah tersebut, jarak yang ditempuh kakinya bisa mencapai 15 kilometer. Hal yang luar biasa adalah, semua perjalanan kaki yang melelahkan itu harus diselesaikannya dalam rentang waktu yang sangat singkat, yaitu dalam kurun waktu kurang dari tiga hari.

“Semua itu saya jalani dengan tenang dan penuh semangat. Karena saya masih muda, saya merasa tubuh saya mampu menanggung beban dan jarak tempuh tersebut tanpa kendala berarti. Rasanya puas sekali bisa menjalani semuanya dengan lengkap dan sempurna,” kenang Husnul.

Kisah Husnul Khulqy Akhwan menjadi inspirasi nyata bahwa menanamkan niat baik dan beramal saleh sejak usia muda akan membuahkan hasil yang manis. Di tanah kelahirannya, Kabupaten Soppeng, namanya kini menjadi kebanggaan tersendiri, membuktikan bahwa semangat, kesabaran menanti giliran, serta fisik yang kuat adalah modal berharga untuk meraih panggilan suci dari Allah SWT.

Pertemuannya dengan Menteri Haji dan Umrah menjadi kenangan tak terlupakan, sebuah bukti bahwa di mana pun berada, ketekunan dan kesiapan akan selalu mendapatkan perhatian dan penghargaan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.