Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tengah menggiatkan percepatan tanam,dari mulai pupuk, benih, hingga solar selain memperkuat sumberdaya manusia (SDM) pertanian, pada Kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Kabupaten Jeneponto, Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Selayar. Jeneponto, 16 Januari 2024
Kementerian Pertanian (Kementan) menyerukan percepatan tanam di berbagai daerah, pembinaan Penyuluh dan Petani Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Kabupaten Bone, Soppeng, dan Sinjai. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya Kabupaten Bone untuk segera mempercepat masa tanam,di Lapangan Mappesangka, Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, pada Senin, 15 Januari 2024
Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI Menyelenggarakan kegiatan Bimtek Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) selama 2 hari mulai 13-14 September 2023. Bimtek dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh dan tokoh masyarakat di tiga lokasi berbeda Desa saunulu, Desa Mosso kecamatan Tehoru, dan Desa Laimu Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku
Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas bagi petani dan penyuluh yang merupakan kerja sama Kementan dengan Anggota DPR-RI merupakan sarana untuk mengupdate ilmu pengetahuan.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) "Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh" kali ini di adakan di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan tambahan terkait bagaimana meningkatkan produktivitas petani.
Kementerian Pertanian melalui Badan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan Program Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL merupakan program akselerasi dalam rangka meningkatkan kualifikasi pendidikan tenaga penyuluh pertanian. RPL ditempuh dari jenjang pendidikan menengah (JPM) dan Diploma II ke Diploma IV yang dikhususkan bagi ASN PPPK (P3K) Penyuluh Pertanian.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program utama penumbuhan dan cetak 2,5 juta petani milenial. Program utama tersebut kemudian diterjemahkan dengan berbagai kegiatan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah BPPSDMP Kementan.Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai salah satu UPT di bawah Badan SDM Kementan turut andil dalam mensukseskan program utama tersebut. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Bimtek bagi para petani milenial di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.Lalu mengapa harus petani milenial? Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa Hadirnya petani milenial, diharapkan dapat menjadi penerus estafet pembangunan pertanian,"Pembangunan pertanian ke depan akan mengandalkan petani muda yang berjiwa inovator dan agrosocialpreneur yang mampu memberikan pembaharuan di sektor pertanian." Kata SYL.Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, juga berharap hadirnya petani milenial mampu meresonansi pemuda di sekitarnya untuk terjun ke dunia pertanian."Hadirnya petani serta pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern," ujar Dedi.Setelah sukses mengadakan acara yang sama di Kabupaten Pinrang pada 6 Juli 2022 kemarin, Polbangtan Gowa berkolaborasi kembali dengan Anggota DPR RI Rusdi Masse menggelar Bimtek bagi petani milenial di Kabupaten Sidrap pada Kamis 7 Juli 2022.Digelar di Ballroom Alexandria, Bimtek tersebut dihadiri oleh sekitar 100 petani milenial dan penyuluh Pertanian Kabupaten Sidrap.Syaharuddin Alrief, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang datang mewakili Rudi Masse menyampaikan bahwa Warga Sidrap sangat senang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian."Warga sidrap yang 89% bekerja dibidang pertanian sangat senang dengan adanya kegiatan bimtek untuk peningkatan kapasitas petani dan penyuluh yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian". Ujar Syaharuddin.Syaharuddin pun menambahkan, niat pemerintah sudah sangat baik untuk para petani dan penyuluh, mari kita memanfaatkan momen ini dengan baik, dan lebih semangat lagi dalam bertani."Sulit jika hanya pemerintah yang memberikan wadah tapi kita kurang maksimal untuk memanfaatkanya, belum lagi kita akan dihadapi dengan perubahan iklim yang tidak tentu dan itu yang harus disiapkan dari sekarang,
Kementerian Pertanian melalui berbagai program, mendorong generasi muda agar tertarik pada sektor pertanian dengan memberikan stimulus melalui pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian,