Dalam menghadapi laga penentu di Grup A Piala Dunia U-17 2023, Timnas Indonesia akan berduel melawan Maroko dengan satu tujuan, meraih kemenangan untuk memastikan tiket ke babak 16 besar..
Bima Sakti mengaku kecewa dan sedih, sebab anak asuhnya gagal lolos ke Piala Asia U-17 2023. Timnas Indonesia U-17 kalah telak 1-5 dari Malaysia pada laga terakhir Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Bima Sakti juga mengucapkan permintaan maaf kepada pecinta sepak bola nasional. Menurutnya, ini semua tanggung jawab dia sebagai pelatih. "Kecewa dan sedih, itu pasti. Saya mengatakan kepada pemain agar mengambil pelajaran dan pengalaman dari turnamen ini. Karier mereka masih panjang. Semua ini tanggung jawab saya sebagai pelatih," kata Bima, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id. Juru taktik berusia 46 tahun itu pun fokus untuk membawa timnya bertanding di kompetisi selanjutnya yaitu Asian Youth Games (AYG) 2022 di China pada Desember. "Sebelum itu, kami akan mengembalikan para pemain ke klub. Mereka harus bangkit dan tidak boleh putus asa," kata Bima menambahkan. Seperti pelatihnya, bek tengah Timnas Indonesia U-17 Sulthan Zaky pun merasa kecewa atas apa yang mereka raih di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. "Ini jadi pelajaran bagi kami semua," kata Sulthan. Kekalahan itu membuat Timnas Indonesia U-17 tidak masuk sebagai salah satu dari enam peringkat kedua atau "runner up" terbaik di kualifikasi Piala Asia U-17. Indonesia menduduki peringkat kedua klasemen akhir Grup B dengan koleksi sembilan poin yang berasal dari tiga kemenangan dan satu kali kalah. Bagi Indonesia, pencapaian di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 membuat mereka gagal mengulangi prestasi edisi 2018. Skuad berjuluk Garuda Asia, kala itu tampil di Piala Asia U-16 2018 di Malaysia dan berhasil menembus perempat final. Sejatinya, pada 2019, Indonesia yang dilatih Bima Sakti sukses lolos ke Piala Asia U-16 2020. Namun, turnamen itu dibatalkan oleh AFC karena pandemi COVID-19.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti menyampaikan pesan kepada seluruh suporter sepak bola di Indonesia untuk bisa lebih dewasa lagi usai terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Menurut Bima Sakti, tragedi Kanjuruhan itu harus jadi momentum agar mereka lebih dewasa dan menjunjung tinggi persatuan. Sepak bola Indonesia tengah berduka setelah setidaknya 125 nyawa melayang dalam insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 2022-2023 pada Sabtu 1 Oktober 2022. Bima Sakti menyebut insiden mengerikan itu tidak boleh terulang kembali. Dia berharap ini jadi momentum sepak bola Indonesia untuk berbenah tak terkecuali dari sisi suporternya. "Semoga ini menjadi kebangkitan buat kita semua, sepak bola Indonesia. Kami harapkan juga momentum ini jadi persatuan suporter, semuanya," kata Bima Sakti di Stadion Pakansari, Senin 3 Oktober 2022, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id. "Saya enggak sebut satu-satu, suporter Indonesia bisa lebih dewasa ke depan, bisa saling menjaga agar sepak bola kita maju ke depannya," sambungnya. Saat ini, Bima Sakti sedang mendampingi Timnas Indonesia U-17 yang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Bogor. Dia tidak menyangka ada kejadian yang sampai menghilangkan nyawa ratusan orang. "Kami waktu itu hari Sabtu malam kita nonton pertandingan, UEA dengan Guam dan Malaysia dengan Palestina. Ya sempat juga kita, shock sih enggak, tapi sedih ya karena korban begitu banyak. Kemudian ya kita harapkan ini yang terakhir ya kejadian ini," terangnya. Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 telah berhasil memenangkan laga pertamanya melawan Guam di kejuaraan itu dengan skor 14-0. Dia menyebut kemenangan ini dipersembahkan untuk seluruh korban dan keluarga besar Arema FC serta Aremania yang berduka. "Bersyukur Alhamdulillah kita bisa memenangkan pertandingan. Di awal saya sudah menyampaikan ke pemain bahwasanya pertandingan kali ini sangat menentukan walau pun kita lawan Guam," ungkap Bima. "Tapi semuanya harus tampil maksimal dan tadi kita sepakat dengan pelatih, manajer, kemudian pemain kemenangan ini kami persembahkan buat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Kanjuruhan, Malang," pungkasnya.