Terkini, Parepare — Keluarga tahanan tewas MR (50) masih mencari keadilan. Mereka menganggap oknum polisi melakukan penganiayaan hingga MR meninggal bukan karena memiliki penyakit tumor paru-paru.
Diketahui, MR merupakan tahanan kasus narkoba di Polres Parepare. MR menghembuskan napas terakhirnya setelah dirawat di RSUD Andi Makkasau.
Keluarga MR tak bisa menerima kenyataan bahwa MR meninggal. Hal tersebut dikarenakan kondisi tubuh MR yang penuh lebam dan tulang rusuk yang diduga patah.
Sementara pihak kepolisian setelah MR diperiksa di rumah sakit mendiagnosa MR gagal nafas susp tumor paru kiri, sudp tb paru, AF, RVR, ALO, HHD. Hal tersebut berdasarkan surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit.
Hal ini diungkapkan Kakak MR, Agussalim. Ia menyepakati agar dilakukan otopsi untuk membuktikan dugaan keluarga yang menganggap MR meninggal karena dipukuli oleh oknum kepolisian.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
“Siap sekali untuk membuktikan itu. Jadi nanti itu harus dokter independen karena kalau polisi kita curiga lagi. Dokter daru Unhas kalau bisa. Tentu yang independen dan kredibel,” ungkapnya pada Jumat, 11 April.
Agussalim tak sepakat dengan pernyataan dokter yang menganggap MR meninggal dunia karena suspek tumor yang di paru-parunya.
“Satu-satunya alasan untuk membantah itu (tumor paru yang dialami MR) karena dugaan kan surat kematiannya itu suspek tumor paru-paru. Namanya suspek itu kan bahasa medis itu diduga atau ciri-ciri,” ucap Agussalim.
Menurut Agussalim, diagnosa dokter harus dibuktikan dengan faktor pendukung lainnya. Karena ia menganggap penyakit tumor paru-paru itu ciri-cirinya tak pernah dialami oleh MR.
“Sekarang itu harus ada faktor pendukungnya, namanya dugaan. Apa faktor pendukungnya? Misalnya ciri-ciri tumor Paruparu. Saya buka ciri-ciri tumor Paruparu itu batuk kronis, batuk berdarah, berat badan turun drastis, semuanya tidak ada,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
