Tak Betah di Balai Rehabilitasi Usai Dimasukkan Risma, Pemulung: Kalau Dikurung Begini Kemerdekaan Hilang

Terkini.id, Jakarta – Seorang pemulung yang ditemui Menteri Sosial (Mensos) Risma saat aksi blusukan, Kastubi mengaku tak betah tinggal di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur Bekasi.

Kastubi tak betah lantaran mengaku sudah terbiasa beraktivitas di luar ruangan. Ia pun merasa seperti dikurung di tempat tersebut usai dimasukkan Risma.

“Ya kalau pesan saya kalau tugas, tugas lah yang bagus. Kalau orang dikurung-kurung begini kurang bebas, kemerdekaan itu hilang. Biasa dijalan sih ya,” kata Kastubi, Kamis 7 Januari 2021 seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-76 Tahun, Polsek Turikale Maros Diserbu Tukang Becak...

Ia mengatakan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun beraktivitas di luar ruangan dengan menjalani profesi sebagai pemulung.

Biasanya, Kastubi beraktivitas di sekitar Pasar Baru Jakarta Pusat. Saat memulung, penghasilannya tak menentu.

Baca Juga: Enggan Maju ke Pilgub DKI, Risma : Bukan Keinginan Saya

Terkadang, Kastubi bisa mengantongi uang Rp 9.000 hingga Rp 50.000 per hari dari hasil memulung.

“Kalau kita lagi bawa karung gini datang orang-orang dermawan bawa mobil ngasih Rp 20.000, kadang Rp 50.000,” tuturnya.

Ia merasa penghasilan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari lantaran dirinya tinggal sendiri di Jakarta.

Baca Juga: Enggan Maju ke Pilgub DKI, Risma : Bukan Keinginan Saya

Pria berusia 69 tahun ini pun menceritakan awal pertemuannya dengan Risma saat Mensos itu tengah melakukan aksi blusukan di sekitaran DKI Jakarta.

Saat itu, kata Kastubi, ia sedang tidur di pinggir jalan kawasan Pasar Baru. Ketika sedang tertidur, dia dibuat kaget oleh rombongan mobil yang datang mendekat.

“Dia (Risma) bilang ‘sudah Pak tinggal di rumah saya saja’. Ternyata rumahnya di sini (balai),” ujarnya.

Bagikan