Terkini.id, – Tahun 2019 ini tepat tiga tahun lalu, mantan juara dunia kelas berat asal Amerika Serikat, Muhammad Ali, meninggal di rumah sakit di Phoenix, Arizona.
Pada saat itu jatuh pada hari Jumat, Ali meninggal karena penyakit komplikasi pernapasan satu hari sebelumnya.
Ali lahir di Louisville, Kentucky, 17 Januari 1942, dengan nama asli Cassius Marcellus Clay Jr, bukan Muhammad Ali. Sepanjang hidupnya, ia merupakan petinju profesional dan juga aktivis sosial.
Di atas ring, Ali merupakan peraih medali emas Olimpiade, juara dunia kelas berat di tiga kesempatan berbeda, dan sukses mempertahankan gelarnya itu selama 19 kali.
Karier tinjunya bermula di usia 12 tahun. Setelah melalui level amatir, Ali meraih medali emas di Olimpiade Roma 1960 di kelas berat ringan (175 pound).
Sejak itu, ia memasuki karier profesional di atas ring, di bawah Louisville Sponsoring Group. Sosok Ali lebih dikenal karena pesona dan kepribadiannya daripada keterampilannya dalam bertinju.
Sebagai seorang legenda tinju dunia, Muhammad Ali dianugerahi sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame yang termasyhur.
Dengan demikian, nama Ali di dalam sebuah bintang dapat dipasang di trotoar bersama dengan ribuan tokoh hebat lainnya.
The Hollywood Walk of Fame adalah sebuah trotoar sepanjang 15 blok Hollywood Boulevard dan 3 blok Vine Street di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat.
Trotoar ini yang menampilkan lebih dari 2.400 keramik teras bergambar bintang dan bertuliskan nama artis sebagai bentuk penghargaan dari pihak Hollywood terhadap sumbangsih mereka bagi industri hiburan.
Dilansir dari laman Independent pada 2016 silam, pada tahun 2002 legenda tinju dunia Muhammad Ali dianugerahi bintang Walk of Fame Hollywood ini.
Meski bukan artis tapi ia dianugerahi bintang emas ini karena dianggap pantas menerimanya karena apa yang ditampilkan Muhammad Ali dalam pertandingan tinjunya dianggap sebagai bentuk dari live performance, bukan sekadar pertandingan olahraga.
Yang membuat Walk of Fame untuk Muhammad Ali unik adalah ia tidak ingin bintang emas yang tertulis namanya diletakkan di lantai sepanjang Hollywood Boulevard, melainkan di dinding. Tampaknya ini agak melenceng dari tradisi, mengapa demikian?
Ternyata itu adalah bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW yang namanya digunakan oleh Ali.
“Saya memikul nama nabi tercinta Muhammad SAW, dan tidak mungkin saya membiarkan orang-orang menginjak-injak namanya,” ujar Ali kala itu.
Meski berprestasi di atas ring, Muhammad Ali tidak lepas dari kontroversi. Ali pernah menolak berangkat ke Vietnam untuk bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat pada 28 April 1967. Penolakan itu berdasarkan ajaran Islam.
Banyak warga AS yang mengutuk keputusan Ali, karena pada saat itu sebagian besar warga AS mendukung perang di Asia Tenggara.
Akibat pendiriannya itu, komisi atletik di negara bagian AS mencopot sabuk juara Ali. Ia juga dilarang naik ring selama tiga setengah tahun.
Hukuman itu tidak saja berlaku di dunia tinju. Penolakan Ali membuatnya didakwa secara pidana dan dijatuhi hukuman penjara lima tahun.
Namun, baru satu tahun menjalani masa hukuman, Mahkamah Agung AS membebaskan Ali secara bersyarat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
