Terkini.id, Jakarta – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu-ibu mengaku tak puas dengan bantuan dari pemerintah kepada mereka yakni hanya satu liter beras dan 2 bungkus mie instan.
Emak-emak inipun mengaku kecewa dengan bantuan tersebut lantaran dirinya telah menunggu 3 bulan lamanya untuk mendapat bantuan itu, namun ternyata paket yang dibagikan tak sesuai dengan harapannya.
Dalam video tersebut, ibu-ibu yang diketahui berasal dari Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini memprotes bantuan tersebut.
Ia marah-marah lantaran hanya menerima satu liter beras dan dua bungkus mie instan setelah menunggu bansos selama tiga bulan.
Namun, baru-baru ini kembali beredar video ibu tersebut meminta maaf kepada masyarakat atas video viralnya lantaran adanya kesalahpahaman terhadap bantuan itu.
“Saya mau minta maaf kepada Pak RT dan Pak RW karena ketidaktahuan saya kalau pembagian (sembako) bukan dari pemerintah, tapi dari Rukun RW. Saya minta maaf atas ketidaktahuan saya,” kata seorang emak-emak yang mendapat bantuan itu dan merekam video viral tersebut.
Usut punya usut, bantuan tersebut ternyata bukan dari pemerintah, melainkan berasal dari hasil donasi warga.
Hal itu diungkapkan Camat Karawaci Tihar Sopian. Ia mengatakan bahwa bantuan logistik tersebut berasal dari program Lumbung Pangan RW setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, program Lumbung Pangan merupakan program sosial yang digencarkan Pemerintah Kota Tangerang, untuk mendorong warga terutama yang mampu di setiap lingkungan RT dan RW bergotong-royong memberikan donasi.
Camat Karawaci menegaskan bahwa bantuan beras dan mie instan tersebut merupakan hasil donasi warga, dan bukan dari pemerintah pusat maupun provinsi yang sampai saat ini memang belum tersalurkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
