Terkini.id, Maros – Usaha bunuh diri Sandi Satriya (29) Warga Jawa Timur di Bandara Sultan Hasanuddin diduga akibat depresi dengan cara menggorok lehernya menggunakan pecahan gelas.
Percobaan bunuh diri tersebut terjadi di Area Loading Dock tempat penurunan barang, tepatnya belakang Cirkle K Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Humas Angkasa Pura 1 Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Agus menerangkan upaya bunuh diri tersebut terjadi pada pukul 11.45 Wita.
Agus menjelaskan bahwa pada 15 November 2020, pukul 11.25 Wita, Sandi Satriya beserta 6 orang rekannya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kab. Maros dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin menggunakan Pesawat Lion Air Nopen JT – 520.
“Sandi Satriya beserta 6 orang rekannya bermalam di pelataran Terminal Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kab. Maros dengan tujuan Kab. Timika untuk mencari pekerjaan,” kata Agus, Senin, 16 November 2020.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Sementara, pada 16 November 2020, pukul 06.00 Wita, 6 orang rekan Sandi berangkat menuju Timika, namun Sandi Satriya tidak jadi berangkat karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket.
“Akhirnya saudara Sandi Satriya depresi tidak jadi beragkat dengan 6 orang rekannya,” ungkapnya.
Lantas, pada pukul 11.43 Wita, Sandi Satriya masuk ke Area Loading Dock tempat penurunan barang tepatnya belakang Cirkle K Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Pada pukul 11.45 Wita, Sandi melakukan percobaan tindak bunuh diri,” ujarnya.
Para penumpang yang melihat hal tersebut di sekitar TKP langsung berteriak dan para petugas langsung mengamankan area TKP.
Sementara pada pukul 12.04 Wita, Sandi Satriya dievakuasi oleh Petugas KKP Kelas l Makassar ke RS. Dody Sarjoto menggunakan Mobil Ambulance KKP Kelas l Makassar.
Pukul 12.09 Wita, Sandi Satriya tiba di IGD RS. Dody Sarjoto Jalan. Peros Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kab. Maros.
“Kemudian ditangani oleh dr. Marhama Fitriani (dokter Umum) untuk mendapatkan pertolongan medis,” urainya.
Akibat Kejadian tersebut, Agus mengatakan Sandi Satriyo mengalami luka robek pada leher bagian depan sekitar 10 cm.
“Kondisi Sandi Satriya sudah sadar, dapat berkomunikasi dan rencana akan dioperasi pada pukul 15.00 Wita oleh dokter Spesialis Bedah I Wayan S. Arsana,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
