Masuk

Tebet Eco Park Ramai, Yayat Supriyatna: Harusnya Konsep Redistribusi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dikabarkan Tebet Eco Park DKI Jakarta dipadati pengunjung. Yayat Supriyatna penyebaran taman lain: Harusnya konsep redistribusi, Senin 13 Juni 2022.

Peneliti Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan agar dibuat menjadi konsep redistribusi guna penyebaran taman lain.

“Harusnya, dibuat konsepnya, redistribusi, jadi menyebarkan jumlah taman ke kawasan-kawasan lain,” katanya Yayat dilansir dari detiknews.

Baca Juga: Penjabat Gubernur DKI Jakarta Lantik Sejumlah Pejabat, Wartawan Dilarang Liput

Yayat mengatakan pemerintah DKI belum memperkirakan Tebet Eco Park akan dipadati pengunjung. Ketika ramai dan padat dengan pengunjung, maka akan membuat rasa tidak nyaman.

“Waktu perencanaan tidak merancang ramai. Sehingga, ketika pengunjung bertambah yang lingkungan situ merasa tidak nyaman,” ujarnya.

“Jadi disarankan ke sana datang naik KRL, JakLinko atau apa. Mereka bisa pindah atau cari alternatif lain. Berusaha ke taman itu tanpa bawa kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Baca Juga: Peringati HUT Sulsel 353, KKSS DKI Jakarta Gelar Bazar UMKM di Hotel Borobudur

Ia menyarankan agar tempat lain dibenah untuk mengundang pengunjung lainnya, supaya tidak hanya fokus pada satu titik saja.

“Tantangan adalah, bagaimana taman-taman lain, misal Monas, meski Monas di Sekretariat Negara, bagimana Monas daya trik yang bagus. Taman Cattleya Tomang, itu diupgrade lagi,” bebernya.

“TIM bisa tempat bagus, ada taman-taman lain, yang memang kalau tata kelola tidak optimal, tidak bakal dikunjungi seramai Eco Park,” ungkapnya.

Yayat menambahkan bahwa pengunjung Tebet Eco Park DKI Jakarta tidak akan bertahan lama. Taman tersebut hanya sesuatu yang baru.

Baca Juga: Anies Baswedan: Banyak Urusan di Jakarta Tuntas Berkat Dukungan dari Kemendagri

“Ini kan sensasional untuk sesuatu yang baru. Nanti tunggu saja fenomenanya, bica cuma sebulan, tiga bulan,” tambahnya.

Tebet Eco Park yang ramai kemarin, tidak hanya dikunjungi oleh pengunjung taman, tetapi juga dipadati oleh sejumlah para pedagang kaki lima di sepanjang jalan kawasan tersebut.

Dari balik pagar taman, para pedagang telihat menawarkan beberapa dagangannya kepada pengunjung. Ada juga yang nampak menaiki kursi untuk menawarkan barang dagangannya.

Untuk parkirnya sendiri. Parkir yang tersedia di Tebet Eco Park sudah terlihat membludak pada hari Minggu yang mana tidak mampu lagi menampung kendaraan pengunjung.

Bahkan warga setempat Tebet Eco Park pun memasang spanduk berupa pemberitahuan bagi pengunjung taman agar tidak parkir di depan rumah meraka.

“Dilarang parkir dan berjualan di depan rumah ini,” tulisnya pada spanduk.