Masuk

Taufan Pawe Target 200 Kursi 2024, Jeneponto Minimal 10

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe menargetkan 200 kursi pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024.

“14 Februari 2004 kita akan memilih wakil-wakil kita di DPRD sekarang ini anggota DPRD dari partai Golkar di Kabupaten Kota dan Provinsi sebanyak 152 kursi,Insya Allah, mudah-mudahan tidak ada arah melintang dengan semangat militansi kita akan berupaya merebut 200 kursi pada Pemilu 2024,” kata Taufan Pawe.

Hal itu diungkapkan dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD II partai Golkar Kabupaten Jeneponto periode 2021-2024, Minggu, 11 September 2022.

Baca Juga: Zulham Arief Pastikan Maju Pemilihan Ketua Purna Paskibraka Indonesia Sulsel

Untuk mencapai target tersebut, Taufan Pawe menegaskan kepada pengurus DPD II partai Golkar Jeneponto dan semua kader Golkar untuk bekerja keras untuk mencapai minimal 10 kursi.

“Di Jeneponto sekarang 6 kursi dari l 5 dapil, berarti ada yang harus dibenahi, saya tegaskan kepada ketua DPRD Golkar Jeneponto harus bergerak mulai hari ini, bekerja untuk memenangkan partai Golkar, kita targetkan 10 kursi untuk di Jeneponto,” tegasnya.

Menurutnya, untuk mencapai target itu kuncinya hanya satu, kita harus mempunyai jiwa militansi, dirinya malu kalau tidak ada kemajuan di Jeneponto.

Baca Juga: Pemkot Parepare Raih Penghargaan Badan Publik Menuju Informatif

“Pada pengurus DPD Jeneponto dan  saya pimpinan kecamatan yang baru-baru menerima bendera petaka Golkar, untuk bekerja, bekerja dan bekerja, Insya Allah saya akan datang untuk memantau perkembangan di setiap kecamatan di kabupaten Jeneponto,” ujar Taufan Pawe.

Ia pun menegaskan untuk melawan siapapun oknum yang mencoba mengganggu partai Golkar.

“Mari kita lawan orang-orang yang mengaku ingin mengganggu partai Golkar, saya sudah memahami anatomi partai Golkar yang jumlah kursi yang dicapai turun, kita harus pulihkan dengan semangat kita sebagai kader Golkar, Golkar itu adalah milik kader bukan milik orang per orang, bukan milik kelompok, tapi milik semua kader Golkar,” terangnya.