Pembangunan Rumah Sakit Ainun Habibie Sudah 98 Persen

Pembangunan Rumah Sakit Ainun Habibie Sudah 98 Persen

Ana Ridwan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Parepare – Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe memaparkan progres pembangunan Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie kini sudah mencapai 98 persen.

Taufan mengulas berdasarkan data konsultan pengawas pembangunan rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah, progresnya sudah 98 persen. Tinggal menata perabot dan ada beberapa yang masih perlu dibenahi. In syaa Allah saya berkomitmen di hadapan Bapak/Ibu sekalian akan diresmikan pada bulan HUT Kota Parepare, yakni bulan Februari ini,” optimis Taufan.

Penegasan itu disampaikan Taufan Pawe saat menyambut kunjungan kerja Komisi E DPRD Provinsi Sulsel di RS Regional Hasri Ainun Habibie, Jumat 14 Februari 2020.

Progres pembangunan yang yang kini mencapai 98 persen ini sebagai pertanda bahwa Parepare merupakan daerah pertama yang sukses mewujudkan mimpi Gubernur menghadirkan rumah sakit regional pertama di Sulawesi Selatan.

Baca Juga

“Ini adalah bukti sinergitas dan dorongan kuat dari Gubernur Sulsel, Bapak Prof Nurdin Abdullah yang menyokong anggaran sehingga Parepare pertama mewujudkan mimpi atau program andalan beliau (Nurdin Abdullah, red) dalam menghadirkan rumah sakit regional pertama di Sulsel,”

Taufan juga menguraikan anggaran Rp 75 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulsel itu.

“Rp 75 miliar tersebut terdiri atas pembangunan konstruksi, mobiler dan alkes. Itudimaksimalkan sehingga kita bisa menekan anggaran dari Rp 75 miliar,” urainya.

Taufan Pawe berharap, dukungan penganggaran dari Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulsel dapat terus berlanjut.

“Kami berharap kehadiran anggota komisi E DPRD Provinsi Sulsel di Kota Parepare ini, membawa berkah untuk kelanjutan pembangunan RS Regional ini yang masih menbutuhkan beberapa dana perbantuan lagi,” harap Taufan.

Saat ini kata dia, tambahan dana DID digunakan untuk membangun beberapa kontruksi lainnya, demi efektivitas anggaran.

“Selain itu juga kita di RS ini masih butuh beberapa tower lagi, karena sampai saat ini baru satu tower saja yang kita bangun, dari perencanaan ada beberapa tower,” jelasnya.

Taufan menjelaskan pembangunan rumah sakit telah mengacu pada regulasi Menkes yang mana di dalamnya diatur beberapa hal, termasuk penggunaan bahan dan bahan anti septik.

“Kita ada Permenkes yang menjadi dasar dalam penggunaannya dan semua itu kita sesuaikan sehingga untuk pemanfaatan sendiri tidak melebihi dari permenkes atau regulasi Menkes yang diberlakukan,” tegasnya.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rusdin Tabi menjelaskan tujuan kunjungan kerja dilakukan.

Dalam kunjungannya, ia mengaku kagum dan menyebut pembangunan RS Hasri Ainun Habibie “high class”.

“Kedatangan kami ini adalah bentuk pengawasan Rp 75 Miliar yang disahkan tahun lalu. Ini saya belum sempat ke lantai atas, tetapi kita sudah bisa meliat semua, di lobinya saja ini sudah high class, sudah kelas-kelas hotel,apalagi lantai atas,” kata Rusdin Tabi.

Tidak hanya itu, Rusdin juga mengagumi pemandangan atau view Rumah Sakit Regional yang berlatar belakang pantai ini.

“Viewnya juga ini sangat indah, karena langsung melihat pantai. Jadi kalau pantai, sakit-sakit setengah saja, cepat sembuh,” tutur dia.

Penggalan pernyataan Rusdin Tabi ini sejalan dengan tujuan pembangunan rumah sakit yang digaungkan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dengan konsep ‘medical tourism’.

Rusdin Tabi, berharap rumah sakit tersebut tidak hanya berskala regional saja, namun juga berskala internasional.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.