Tegas! Jubir BUMN Wanti-Wanti Ahok Jangan ‘Sok’ Jadi Komisaris Rasa Direktur: Harus Tahu Batasan!

Tegas! Jubir BUMN Wanti-Wanti Ahok Jangan ‘Sok’ Jadi Komisaris Rasa Direktur: Harus Tahu Batasan!

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara (jubir) Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, belum lama ini mewanti-wanti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Adapun wanti-wanti tersebut lebih kepada teguran atau sindiran agar Ahok tahu batasan alias jangan sok jadi komisaris, tetapi merasa direktur.

Adapun hal itu disampaikan Arya ketika ia buka suara terkait apa yang disampaikan oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok, soal banyaknya kontrak BUMN yang sangat merugikan termasuk di Pertamina.

Arya menilai bahwasnaga apa yang disampaikan oleh Ahok hanya mengulang apa yang pernah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir, mulai dari peringatan agar proyek BUMN tidak menjadi bancakan korupsi sampai terkait kerja sama BUMN harus menghasilkan win-win solution dan tidak boleh ada yang dirugikan.

Arya Sinulingga pun memaparkan bahwa Kementerian BUMN telah memiliki lima transformasi yang seharusnya telah diketahui sekaligus menjadi acuan Ahok sebagai Komisaris Utama.

Baca Juga

“Dan beliau sebagai Komut kan harus membicarakan itu juga di sesama komisaris di dewan komisaris,” ungkapnya, dikutip terkini.id dari Kumparan pada Minggu, 28 November 2021.

“Jangan sampai Pak Ahok ini di Pertamina menjadi komisaris merasa direktur gitu,” sambungnya.

“Komut merasa Direktur jangan, harus tahu batasan-batasannya.”

Arya juga mengatakan agar Ahok ke depannya lebih banyak belajar dari apa yang setahun telah dilakukan oleh BUMN.

“Jangan sampai Pak Ahok ketinggalan kereta. Masak Pak Ahok sebagai Komut ketinggalan kereta gitu loh.”

Selain itu, Arya juga mempertanyakan apa yang melatarbelakangi pernyataan Ahok terkait BUMN tersebut.

Ia menilai jikalau niatnya memang untuk memperbaiki BUMN, khususnya Pertamina, maka Ahok harus mengikuti semua perkembangan yang dilakukan Kementerian BUMN.

“Makannya kita agak bingung, Pak Ahok ini mungkin tidak mengikuti perkembangan yang ada di BUMN, seperti kasus-kasuslah misalnya, berapa banyak itu direksi yang sudah kita laporkan,” jelas Arya.

“Jadi, sayang gitu Pak Ahok kok gak mengikuti perkembangan BUMN, tapi banyak bicara mengenai BUMN,” lanjutnya lagi.

“Harusnya Pak Ahok lihat-lihatlah perkembangan BUMN, apalagi beliau komut di Pertamina.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.