Terkait Pelaku Subang, Banyak yang Sebenarnya Tahu tapi Sengaja Melindungi? Berisiko Ikut Kena Hukuman!

Terkait Pelaku Subang, Banyak yang Sebenarnya Tahu tapi Sengaja Melindungi? Berisiko Ikut Kena Hukuman!

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang hingga saat ini masih belum terselesaikan, kendati terjadi sudah berbulan-bulan.

Lantas, benarkah bahwa sebenarnya banyak pihak yang sebenarnya sudah tahu terkait pelaku tetapi malah sengaja melindungi hingga kasusnya pun lama terungkap?

Nah, menanggapi hal itu, YouTuber Anjar di Thailand melalui kanal YouTube pribadinya kembali memberikan analisisnya.

Ia menilai bahwa kemungkinan kasus Subang belum juga terselesaikan dan bahkan terkesan bertele-tele karena hal tersebut siapa tahu saja memang merupakan strategi polisi untuk mengunykap lebih banyak pelaku.

“Atau ada suatu hal yang masih memerlukan verifikasi karena kita tidak mau melihat orang yang tidak bersalah justru malah jadi tersangka, bisa karena framing atau hal lain,” ujar Anjas, dikutip terkini.id dari Deskjabar pada Rabu, 24 November 2021.

Baca Juga

“Saya percaya kalau untuk menentukan tersangka sekadar menyelamatkan muka atau nama kepolisian, aku rasa polisi tidak seegois itu. “

Dari analisisnya, Anjas juga mengatakan bahwa kemungkinan sudah ada beberapa hal yang telah tersebar di media massa yang dapat dikategorikan sebagai alat bukti yang bisa mengarah kepada tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Namun, pihak polisi masih bersabar dan menahan emosi agar tidak mengumumkan ataupun menagkap pelaku, baik itu otak ataupun eksekutor, terburu-buru.

“Ada banyak yang terlibat dalam kasus ini dan juga mengetahui. Terlibatnya, baik sebagai dalang maupun sebagai eksekutor atau pelaku. Paling tidak lebih dari dua orang.*

Selain itu Anjas juga menyampikan hasil analisisnya bahwa dari 55 saksi yang telah diperiksa oleh penyidik kepolisian, di antara saksi tersebut diduga banyak yang telah mengetahui, tetapi mereka jelas menutupi.

“Saya menduga dari kasus ini ada banyak orang yang mengetahui, tapi mereka sedang melindungi karena banyak hal kenjanggalan, terutama di 48 jam pertama setelah terjadi pembunuhan pada 18 Agustus 2021.”

Menurut Anjas, banyak saksi yang telah memberikan keterangan berbeda-beda hingga sampai berubah-ubah, bahkan beberapa mulai memberi keterangan tambahan.

“Apalagi kemudian saksi sudah dilakukan pemeriksaan berulang-ulang, bahkan sampai ada yang belasan, mereka sudah pengalaman dalam belajar dari pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” paparnya.

“Mereka sudah tahu kisi-kisi pertanyaan yang akan diajukan pemeriksa, apalagi pertanyaan soal 48 jam pertama.”

Anjas juga mengatakan bahwa menurutnya, dalam hukum, seseorang yang telah mengetahui pelaku kejahatan, tetapi malah melindungi dengan memberikan keterangan palsu, maka juga harus diberikan hukuman dari pengadilan nantinya.

“Kemungkinan besar akan banyak saksi kena hukuman karena mereka melindungi pelaku dan dalang dari semua ini.”

Anjas bahkan yakin jika saat ini dalang atau pelaku kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu tengah menonton perkembangan kasus ini melalui tayangan-tayangan atau video di media sosial.

Selain itu, Anjas juga yakin bahwa pelaku dalam hati kecilnya meyakini akan jadi tersangka hingga mereka saat ini tenagh melakukan manuver-manuver yang akan digunakan di persidangan nanti.

“Ada beberapa hal yang sudah jelas mengarah mereka kepada tersangka, tetapi mereka pede-pede saja. Itu menurutku terlalu naif, ya. Nanti tentunya ini semua yang menjawab adalah waktu,” tandasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.