Terkuak Skenario China Invasi Taiwan, AS Disebut bakal Pilih Mundur Dukung Negara Itu

Terkini.id, Jakarta – Terkuak skenario china invasi Taiwan, AS disebut bakal pilih mundur dukung negara itu. Terkait perseteruan klasik antara China dan Amerika Serikat (AS) menyoal Taiwan, belum lama ini ada bocoran dari media yang mengungkapkan jika Negeri Tirai Bambu itu memiliki skenario besar ketika benar-benar hendak mewujudkan menyatukan Tawian ke dalam pemerinta ‘satu China’.

Pihak Amerika Serikat dikabarkan sampai ngeri dengan rencana besar China itu, hingga disebut bakal mundur. China juga disebut akan menyerang dengan kekuatan penuh dari berbagai titik.

Rencana itu bisa jadi benar lantaran China memiliki jutaan personel militer dan ribuan peralatan perang canggih termasuk pesawat tempur dan kapal perang.

Baca Juga: China Waspada, Varian Delta Menyerang Munculkan Wabah Baru Corona

Ketegangan atas Taiwan terus meningkat ketika China meningkatkan tindakan agresifnya terhadap negara pulau itu.

Beberapa bulan terakhir, telah terlihat peningkatan retorika militan dan serangan lanjutan ke wilayah udara Taiwan yang dilakukan jet tempur China.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

Tidak hanya itu, pekan lalu Beijing juga mengancam Jepang. Dilaporkan, China bakal menggunakan nuklir dan perang skala penuh jika Jepang ikut campur dalam urusan Taiwan.

Seperti dilansir dari Express.co.uk pada Senin 26 Juli 2021, perilaku berperang China membuat banyak ahli khawatir perang atas Taiwan kelak tidak dapat dihindari.

Kendati demikian, seperti dilansir dari kupang.tribunnews.com, Selasa 27 Juli 2021, seorang kritikus terkemuka Australia terhadap China, khawatir AS mungkin akan mundur dari konfrontasi militer dan membiarkan Beijing merebut kembali Taiwan.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

Senator Liberal Jim Molan mengatakan kepada Sky News Australia, AS sendiri meragukan kemampuannya untuk melindungi Taiwan dari serangan China.

Pasalnya, sebut Jim Molan, itu terjadi setelah Negeri Paman Sam kehilangan banyak armada dalam latihan perang baru-baru ini, seperti terungkap dalam fakta terkait skenario ‘invasi China atas Taiwan’.

Ditanya apakah ia yakin akan ada perang skala penuh di Indo-Pasifik yang dipimpin China, Molan menjawab ‘itu memungkinkan karena semua orang (negara) bersenjata’.

“Itu mungkin, dan menjadi lebih mungkin karena begitu banyak yang terjadi tetapi itu tidak bisa dihindari,” papar Jim Molan.

Ia menambahkan, ketakutannya adalah perang antara China dan AS dapat terjadi dan pihaknya (Australia) terjebak dalam kerusakan tambahan atau bahkan lebih menakutkan dibandingkan ‘kekalahan’ AS.

Pasalnya, sebut Jim Molan, lantaran pihaknya belum memenangkan latihan perang dalam beberapa tahun terakhir atas skenario simulasi invasi China atas Taiwan. Ini juga berarti menggambarkan AS tidak akan terlibat dan memilih mundur melindungi Taiwan.

“Itulah masalah besarnya,” imbuhnya.

Militer AS sendiri telah menderita kekalahan serius dalam skenario simulasi pertempuran baru-baru ini yang melibatkan kekuatan militer penuh atas invasi China ke Taiwan.

Dalam latihan perang tersebut, angkatan udara Taiwan dimusnahkan dalam hitungan menit. Sementara itu, pangkalan udara AS di seluruh Pasifik diserang terus-menerus. Pasalnya, seragan kapal perang serta pesawat Amerika Serikat berhasil dibendung persenjataan rudal China yang mumpuni.

David Ochmanek, yang membantu menjalankan latihan perang untuk Pentagon di RAND Corporation, mengatakan fakta mengejutkan kepada NBC News

“Bahkan ketika tim biru (Navi Seal) AS dalam simulasi dan latihan perang, kami melakukan intervensi (taktik) dengan cara yang pasti, mereka tidak selalu berhasil mengalahkan invasi (China),” terangnya.

Kekhawatiran atas hal tersebut juga terus berkembang, lantaran China telah memperoleh keunggulan militer atas militer AS dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga, faktor inilah yang diduga mungkin mendorong China bakal meluncurkan serangan lebih cepat.

Bagikan