Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Makassar Sujud Syukur

Terkini.id, Makassar – Proses pelaksanaan Ibadah Haji telah selesai, dan para jemaah kini mulai diberangkatkan untuk pulang ke tanah air.

Jemaah kloter pertama Makassar pun telah pada Minggu 18 Agustus 2019 kemarin.

Ketibaan jemaah kemarin, tepat pada Pukul 17.20 Wita, dengan Pesawat Garuda nomor penerbangan GA. 1201. Mendarat di landasan Bandara Internasional Sultan Hasanudsin Makassar.

Pesawat Garuda tersebut mengangkut 450 orang Jemaah Haji ditambah 5 orang petugas Haji Kloter 1 asal Kota Makassar. Itu berarti Kloter 1 UPG kembali dengan jumlah yang utuh seperti saat keberangkatan tanggal 17 Juli 2019.

Sujud Syukur

Pelaksana pada Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, serta PPPIH Debarkasi Makassar Bagian Informasi, Mawardy Siradj, melaporkan, dari tangga pesawat tampak sejumlah Jemaah Haji langsung melakukan sujud Syukur di landasan parkiran pesawat.

Hal itu sebagai bukti kesyukuran mereka telah tiba kembali di tanah air dengan selamat setelah melaksanakan ibadah Rukun Islam yang kelima diTanah Suci Mekkah dan Madinah sekitar 40 hari lamanya.

Seluruh Jemaah Haji Kloter 1 UPG ini selanjutnya diangkut secara bertahap menggunakan Bus Damri menuju Asrama Haji Sudiang untuk selanjutnya akan diterima secara resmi oleh PPIH Debarkasi Haji Makassar, di mana para keluarga jemaah haji telah menunggu sejak siang tadi sudah memadati Asrama haji Sudiang.

Disambut Gubernur Nurdin Abdullah

Kloter 1 Asal Kota Makassar ini, berisi Jemaah Pria 158 orang dan wanita 297 orang, diterima secara resmi oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah yang didampingi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar yang juga Ketua PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar, Pj. Walikota Makassar H. Iqbal Suaeb, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar.

Hadir pula Para Kepala Bidang Lingkup Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Biro Kesra Pemprov. Sulsel dan Pemkot Makassar, Kakankemenag Kota Makassar, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel dan seluruh Pimpinan Stake Holder yang tergabung dalam PPIH Makassar.

Mengawali Laporannya, Kakanwil Kemenag Sulsel menyampaikan ucapan selamat datang kembali di Tanah Air kepada para Jemaah Haji Kloter pertama Asal Kota Makassar dengan selamat dan utuh.

Embarkasi Makassar di musim haji Tahun 2019 ini memberangkatkan 18.109 orang Jemaah calon haji yang terbagi dalam 40 Kloter.

Sampai hari ini (18 Agustus 2019) laporan yang masuk, sudah 17 Jemaah haji asal Embarkasi Makassar Meninggal dengan rincian, dari Prov. Sulsel 2 orang, Sultra 4 orang, Maluku utara 5 orang, Maluku 1 orang , Gorontalo 3 orang, Papua dan Papua Barat masing masing 1 orang.

Sementara itu, Gubernur Sulsel H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyatakan suka citanya atas kepulangan jemaah haji Kloter 1 asal kota makassar dalam kondisi selamat dan Jumlah yang Utuh, ini menandakan di kloter 1 ini seluruh jemaah haji saling menjaga kebersamaan selama melaksanakan ibadah haji, ucapnya disambut aplauss oleh seluruh jemaah haji.

“Saya selaku Gubernur dan Ketua IPHI Sulsel sangat berharap seluruh jemaah haji kita bisa kembali dengan selamat dan kumpul kembali dengan keluarga dan handaitaulannya, dan.yang paling penting membawa keberkahan Kemabruran hajinya di tengah masyarakat dengan menjado tauladan yang baik,” harap Mantan Bupati Bantaeng ini.

Seluruh Jemaah haji selanjutnya satu persatu bergegas meninggalkan Aula Arafah untuk bertemu segwra dengan keluarganya yang sudah sejak sore tadi mengepung Asrama Haji menanti kedatangan mereka.

Penampilan jemaah haji Kloter 1 yang sebagian sudah mengenakan pakaian kebesaran haji khas Bugis makassar seperti cipo cipo dipadukan dengan parampa bagi wanita, dan Jubah khas Arab bagi Pria menjadi pemandangan menarik hari ini, Raut wajah sumringah, haru, rindu, teriakan histeris sudah campur aduk ketika para jemaah haji sudah bertemu dengan keluarganya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Ini Kampung Statistik Pertama di Indonesia

Terkini.id, Makassar - Dalam rangka pelaksanaan Hari Statistik Nasional (HSN), Universitas Hasanuddin melalui Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bersama Badan