Head of Commucation Vale Indonesia Bayu Aji sebelumnya menyebutkan perseroan terus mengebut penyelesaian ketiga proyek itu agar rampung pada 2026, sehingga meningkatkan kapasitas produksi perseroan.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan investasi US$ 9 miliar atau sekitar Rp 138,3 triliun (kurs Rp 15.370) untuk menggarap tiga proyek smelter.
Lokasi smelter di Sulawesi, tersebar di Sorowako, Bahodopi dan Pomalaa.
Targetnya, peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilaksanakan tahun ini.
“Tiga proyek itu akan sekitar US$ 9 miliar,” kata Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia Adriansyah Chaniago ditemui usai acara Sewindu Proyek Strategis Nasional (PSN), di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023).
“(Groundbreaking) mudah-mudahan tahun ini, secara agreement sudah tandatangan,” lanjutnya.
Kemudian menurut dia, kesiapan pembangunan tahun ini seiring dengan izin yang telah diberikan pemerintah kepada Vale Indonesia. Dia mengatakan izin untuk proyek smelter di Bahodopi sekitar 80% dan Pomalaa 50%.
“Kalau yang di Bahodopi itu hampir 80% sudah, kalau yang di Pomalaa itu hampir 50% terutama kan kita lagi ada peningkatan kapasitas. Tapi intinya kita sudah mulai early work,” ujarnya.
Adriansyah juga menerangkan untuk persiapan infrastruktur pembangunan juga mulai disiapkan. Bahkan ada salah satu smelter yang mulai uji sampel pertambahnya.
“Groundbreaking sudah persiapan-persiapan infrastruktur segala macam, bahkan Pomalaa kita sampling test pertambangan dan hasilnya bagus. Kita bisa on time yang penting semua dilakukan dengan standar ESG sudah kami terapkan,” lanjutnya. (Sumber: detik.com)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
