Timor Leste Juga Pernah Memasukkan Nama Ustadz Abdul Somad Dalam Daftar Teroris

Terkini.id, Jakarta – Kabar yang menghebohkan mengenai penolakan negeri Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad membuat pendakwah asal Pekanbaru tersebut menceritakan masa lalunya ketika dirinya diundang ke Timor Leste.

Dilansir dari gelora.co, Selasa 17 Mei 2022, Ustadz Abdul Somad bercerita tentang pengalamannya mengenai kunjungan dakwah ke Timor Leste.

Pada saat itu, Ustadz Abdul Somad sudah mempersiapkan secara detail mengenai agenda acara yang rencananya akan ia lakukan dengan Xanana Gusmao dan Uskup di Timor Leste.

Baca Juga: Ditolak Ceramah di Beberapa Daerah, Ceramah UAS di Balikpapan Terancam...

Ketika Ustadz Abdul Somad sudah sampai di bandara Timor Leste, semua rombongan diperiksa oleh petugas imigrasi.

Seluruh rombongan Ustadz Abdul Somad diperbolehkan masuk Timor Leste kecuali dirinya sendiri.

Baca Juga: Walau Sempat Ditolak, Tabligh Akbar UAS di Purworejo Ramai Membeludak

Namun petugas imigrasi Timor Leste menjelaskan kepada Ustadz Abdul Somad terkait alasan mengapa dirinya tidak boleh masuk Timor Leste.

Ia dilarang masuk Timor Leste karena dirinya masuk dalam daftar nama teroris.

“Dahulu memang pernah saya tidak diizinkan masuk Timor Leste, padahal agenda sudah disusun rapi, ada acara dengan Xanana Gusmao dan Uskup, agendanya tablig akbar. Saat sampai di airport Timor Leste kawan saya sudah masuk dan rombongan sudah masuk, lalu saya tanya ke imigrasi agak bisik-bisik, ngapa klen (kenapa kalian) gak kasih saya masuk, dijawabnya barusan ada info bapak teroris,” kata Ustadz Abdul Somad, dikutip dari gelora.co bersumber dari saluran Youtube Hai Guys Official, Selasa 17 Mei 2022.

Baca Juga: Walau Sempat Ditolak, Tabligh Akbar UAS di Purworejo Ramai Membeludak

Petugas imigrasi bandara Timor Leste juga menjelaskan bahwa info soal Ustadz Abdul Somad adalah teroris didapatkan dari sebuah faksimili dari Jakarta.

Kejadian yang ia alami pada saat di Timor Leste terjadi pada saat pemilihan presiden tahun 2019 atau sekitar tahun 2018.

Pada saat itu Ustadz Abdul Somad tidak mempermasalahkan mengenai larangan masuk tersebut karena dirinya anggap wajar lantaran sedang musim pemilu.

Ceramah agama Ustadz Abdul Somad bisa saja mempengaruhi perolehan suara salah satu kandidat tanpa dirinya bermaksud untuk melakukan hal itu.

Ustadz Abdul Somad menduga kejadian yang dialaminya sekarang akibat dari belum di-updatenya data dirinya dalam catatan imigrasi Singapura.

“Itu kan dulu, sekarang sudah 2022 dan pilpres 2024 masih lama. Dulu jika khawatir ada kelompok cebong dan kampret sekarang semua kampret sudah jadi cebong, saya khawatirnya file lama (soal cap teroris) belum dihapus, jadi orang Singapura ini harus update pengetahuan dan cari tahu orang (dirinya) ini siapa, kalau info dari Indonesia tidak valid coba tanya negara tetangga Malaysia,” jelasnya.

Ustadz Abdul Somad juga meminta Singapura agar memperbaharui info tentang dirinya dan jika Singapura tidak percaya dengan perkataan Indonesia, Singapura bisa tanya ke negara tetangga lainnya, Malaysia.

Alasan kenapa Malaysia adalah karena Ustadz Abdul Somad pernah mendapatkan gelar doktor dari Universitas Internasional Selangor.

Selain Malaysia, Ustadz Abdul Somad menyarankan Singapura untuk menanyakan Brunei Darussalam terkait profil dan pencapaian yang pernah dirinya dapatkan dari Universitas Islamic Sultan Syarif Ali Brunei.

Bagikan