Terkini.id, Jakarta – Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Cina identik dengan berbagai tradisi yang khas.
Meski pun tidak semua tradisi itu bisa dilaksanakan tahun ini akibat pandemi, namun tidak ada salahnya mengenang dan memahami makna dibalik tradisi imlek.
Dan banyak tradisi di Tahun Baru Imlek seperti reuni bersama keluarga, memakan mandu atau pangsit, menyerahkan angpau, memakai baju merah, dan lain sebagainya.
Ternyata, tradisi imlek ini bukan hanya kebiasaan yang tidak memiliki arti.
Dilansir dari China Highlights, berikut ini makna-makna di balik setiap tradisi di tahun Baru Imlek.
1. Tradisi menyalahkan kembang api
- Presiden FSPPB Pertamina Arie Gumilar Raih Penghargaan The Best Leader on Strategic-Sector Union Movement
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Stok BBM di Sulsel Aman, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying
- Frederik Kalalembang Tegaskan Pesan AHY: Bukan Bicara 2029, tapi Menjawab Amanah Rakyat 2024
- Usai Penyitaan Rumah Mewah dan Dokumen Tanah Terkait Dugaan Pungli Perizinan Gowa, Pengacara HT dan Ombas Laporkan Penyidik
- BBM dan LPG 3 Kg Bermasalah, Ketua DPRD Sulsel Bawa Sejumlah Anggota Datangi Pertamina
Kembang api memang identik dengan perayaan besar sebab suara ledakan dan juga keindahannya sesuai dengan suasana bahagia dan riang.
Namun, menyalahkan kembang api dalam perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna tersendiri.
Pada zaman dahulu, orang Tionghoa percaya bahwa suara ledakan kembang apai akan mengusir roh jahat yang mungkin membawa hoki buruk.
Di zaman sekarang ini, kembang api juga dipercaya akan mengundang hoki yang baik sebab warna kembang api yang merah.
3. Tradisi memakan dumpling atau mandu
Dumpling adalah makanan tradisional di setiap tahun bari Cina, terutama di Cina Utara.
Mereka percaya bahwa memakan dumpling akan membawa kesejahteraan di sepanjang tahun yang baru.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
