Terkini.id, Jakarta – Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Cina identik dengan berbagai tradisi yang khas.
Meski pun tidak semua tradisi itu bisa dilaksanakan tahun ini akibat pandemi, namun tidak ada salahnya mengenang dan memahami makna dibalik tradisi imlek.
Dan banyak tradisi di Tahun Baru Imlek seperti reuni bersama keluarga, memakan mandu atau pangsit, menyerahkan angpau, memakai baju merah, dan lain sebagainya.
Ternyata, tradisi imlek ini bukan hanya kebiasaan yang tidak memiliki arti.
Dilansir dari China Highlights, berikut ini makna-makna di balik setiap tradisi di tahun Baru Imlek.
1. Tradisi menyalahkan kembang api
- Membangun Kekuatan, Membuka Jalan Kesejahteraan, Satgas TMMD ke-128 Bangun Talud, Jamin Infrastruktur Desa
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
- Perkuat Mitigasi Kebakaran, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Masyarakat Gunakan APAR
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
Kembang api memang identik dengan perayaan besar sebab suara ledakan dan juga keindahannya sesuai dengan suasana bahagia dan riang.
Namun, menyalahkan kembang api dalam perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna tersendiri.
Pada zaman dahulu, orang Tionghoa percaya bahwa suara ledakan kembang apai akan mengusir roh jahat yang mungkin membawa hoki buruk.
Di zaman sekarang ini, kembang api juga dipercaya akan mengundang hoki yang baik sebab warna kembang api yang merah.
3. Tradisi memakan dumpling atau mandu
Dumpling adalah makanan tradisional di setiap tahun bari Cina, terutama di Cina Utara.
Mereka percaya bahwa memakan dumpling akan membawa kesejahteraan di sepanjang tahun yang baru.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
