Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang melarang umat muslim merayakan tahun baru masehi lantaran perayaan itu bukan tradisi dalam agama Islam.
Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 22 Desember 2020, Eko Kuntadhi mengaitkan pernyataan UAS tersebut dengan tradisi tiup terompet.
Menurutnya, kalau memang tradisi meniup terompet di tahun baru masehi dilarang atau diharamkan bagi umat Islam, maka terompet tersebut bisa diemut.
“Kalau niup terompet haram. Kan bisa diemut,” cuit Eko Kuntadhi.
Dalam cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga membagikan link artikel pemberitaan yang dimuat situs Hops.id berjudul “Tegas larang umat Islam rayakan tahun baru, UAS: Terompet tradisi Yahudi” yang tayang pada 20 Desember 2020.
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
- Baim dan Artika Ikut Ramaikan Peluncuran Taro Waterpark, Destinasi Petualangan Keluarga di Makassar
- Telkomsel Hadirkan Wi-Fi untuk Rumah dengan Banyak Sekat dan Kamar, Lebih Stabil dan Optimal
- Halal Bihalal Bersama Forkopimda Luwu Timur, PT Vale Jaga Komitmen untuk Kemajuan Daerah
Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan bahwa Ustadz Abdul Somad lewat tayangan videonya di kanal Youtube Dakwah Cyber, menegaskan bahwa meniup terompet di tahun baru merupakan tradisi Yahudi.
UAS dalam video itu mengungkapkan bahwa perayaan tahun baru masehi bukan tradisi Islam. Sehingga, dirinya menyarankan umat muslim untuk tak merayakannya.
“Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru dalam tradisi Yahudi di perjanjian lama. Itu ditiuplah terompet dari tanduk kepala kerbau. Maka, jangan kasih anak-anak kita meniup terompet,” kata Ustadz Abdul Somad.
Oleh karenanya, ia menyarankan agar malam pergantian tahun diisi oleh umat Islam dengan menggelar tabligh akbar dan mengundang pendakwah.
“Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, masjid buat tablig akbar. Undang pendakwah. Jam 10 hingga jam 11 malam, muhasabah. Jam 12 hingga jam 1 pagi. Terus, terus,” tuturnya.
Dalam isi artikel Hops.id yang dibagikan Eko Kuntadhi itu, UAS kembali menegaskan agar umat Islam tak merayakan tahun baru masehi maupun meniup terompet di malam pergantian tahun.
“Jangan sampai ada (yang merayakan tahun baru),” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
