Soroti Pernyataan Megawati Polemik Tukang Bakso, Ujang Komarudin: Partai Wong Cilik Itu Slogan!

Terkini.id, Jakarta – Polemik tukang bakso yang kian menjadi perbincangan publik, kini Ujang Komarudin pengamat politik menyoroti Sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal polemik tersebut.

Dimana dalam tanggapan Ujang Komaruddin menyebutkan bahwa tak memahami mengapa Putri Proklamator itu bisa mengucapkan hal demikian. 

“Partai wong cilik itu slogan, faktanya biar rakyat yang paham. Entah angin apa yang sedang berhembus ke Megawati, sehingga dia becanda, jangan cari mantu tukang bakso,” katanya.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Megawati Terkait Perempuan Harus Bisa Masak, Najwa Shihab:...

Ia menegaskan bahwa tukang bakso merupakan potret dari wong cilik. Di sisi lain PDI Perjuangan sering menggembar-gemborkan partai yang dekat dekan rakyat kecil. Statemen Megawati menurut Ujang justru menjadi paradoks.

“Padahal kita tahu, bahwa tukang bakso itu merupakan bagian dari wong cilik, yang selama ini dijadikan slogan oleh PDIP,” paparnya.  

Baca Juga: Ketum PDIP Sebut Ratu Kalinyamat, Pengamat Politik: Pinternya Ibu, Mestinya...

Lanjut “Jadi sangat paradoks candaan Megawati tersebut dengan slogan partainya sendiri. Terjadi anomali candaan Megawati dengan istilah wong cilik yang selama ini digembar-gemborkan,” pungkasnya.

Pada pidato di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan kemarin, Megawati bercerita tentang pesannya pada Puan saat mencari pasangan.

Pada video yang beredar di media sosial, Megawati menyatakan bahwa dia mewanti-wanti agar tiga anaknya tidak membawa menantu yang kayak tukang bakso.

Baca Juga: Ketum PDIP Sebut Ratu Kalinyamat, Pengamat Politik: Pinternya Ibu, Mestinya...

“Jadi ketika saya mau punya mantu nih, saya sudah bilang sama anak saya tiga (orang), awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso,” ungkap Megawati.

Bahkan, Presiden Jokowi dan putri Megawati sendiri, yakni Ketua DPR RI Puan Maharani, juga ikut tertawa menanggapi candaan ibunya.

Pernyataan Megawati itu kemudian mengundang berbagai reaksi publik. Banyak warganet yang menyayangkan pernyataan perempuan 75 tahun itu karena dianggap mendiskreditkan sebuah profesi.

Bagikan