Terkini.id, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberi tanggapan terkait ajakan Partai Golkar untuk maju bersama di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut Ganjar, sebagai kader PDIP, ia sepenuhnya menyerahkan urusan Pilpres 2024 kepada Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
“Dipasang-pasang opo, halah lah, itu (soal Pilpres 2024) urusannya Bu Mega. Lha ya urusan itu, manut (ikut), kader og piye (karena kader),” ungkap Ganjar, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu 14 November 2021.
Diberitakan sebelumnya bahwa Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid mengungkapkan, partainya membuka peluang untuk mencalonkan Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden 2024. Hal itu akan dilakukan jika Ganjar tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan.
Dikabarkan bahwa Nurdin Halid menyampaikan informasi tersebut dalam satu ruang diskusi bersama para pendukung Ganjar.
Selanjutnya Nurdin mengatakan, Partai Golkar siap menampung Ganjar jika tidak mendapat rekomendasi sebagai Capres 2024 di PDIP. Kendati demikian, Golkar belum memastikan apakah akan mengusung Ganjar sebagai calon presiden atau wakil presiden.
Direktur Eeksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, menilai tawaran Golkar pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak bisa dianggap serius. Hal itu dikarenakan tawaran tersebut dating dari wakil ketu umum, bukan dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai sosok pengambil keputusan.
“Saya pikir belum bisa dianggap serius ya ajakan dari salah satu kader Partai Golkar untuk kemudian membuka dirinya agar Ganjar Pranowo bisa masuk ke Partai Golkar. Karena yang bicara bukan Ketua Umum, bukan sosok pengambil keputusan,” kata Yunarto.
Lebih lanjut Yunarto juga melihat ada beberapa penghalang bagi Ganjar Pranowo masuk ke Partai Golkar pada Pilpres 2024 mendatang.
Pertama yakni Golkar masih fokus kepada sosok Ketua Umumnya untuk menjadi calon presiden.
“Kalau kita lihat pun dari pendekatan kekuasaan ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang. Pertama Golkar masih fokus kepada sosok Ketua Umumnya menjadi calon presiden,” jelas Yunarto.
Kedua yaitu Ganjar Pranowo sering muncul dengan statementnya sebagai kader. Sehingga, diperkirakan tidak mudah untuk membuat Ganjar Pranowo keluar dari PDI Perjuangan.
“Yang kedua kita tahu Ganjar Pranowo dari beberapa statement yang muncul masih berbicara mengenai dirinya sebagai kader. Dan sepertinya tidak mudah untuk menggoyang Ganjar Pranowo keluar dari PDIP,” katanya, dilansir dari Tribunnews.
Lebih lanjut, Yunarto menambahkan bahwa Megawati biasanya akan mengambil keputusan terkait capres ini pada saat injury time. Sedangkan sekarang, masih ada waktu dua tahun untuk Megawati menentukan siapa sosok capres yang akan diusung PDIP pada Pilpres 2024 mendatang.
Kemudian Yunarto juga mengaku, sekarang ini masih sulit untuk memprediksi apakah nantinya Ganjar akan keluar dari PDIP dan masuk ke Partai Golkar, atau partai lainnya.
“Kita tahu PDIP, Ibu Mega biasanya itu masih akan menunggu injury time untuk mengambil keputusan. Jadi dalam periode masih dua tahun lagi akan sulit untuk diprediksi. Apakah mungkin Ganjar Pranowo keluar dari PDIP dan masuk ke dalam Partai Golkar atau partai lain,” ungkap Yunarto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
