Terkini.id, Makassar – UKM LKIMB UNM mengadakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Perdamaian “MANEKA WARNA” yang di pelopori oleh Bidang 3 Kerukunan Umat Beragama.
Kegiatan tersebut diadakan di Ballroom B Lt. 2 Menara Pinisi UNM pada Kamis, 18 November 2021 pukul 13.00 WITA.
Kegiatan itu dihadiri oleh beberapa tokoh dari lintas iman seperti PERMABUDHI, JAI, GPIB Immanuel dan beberapa peserta dari berbagai kalangan dan beragam latar belakang.
MANEKA WARNA sebagai nama kegiatan yang juga menjadi grand tema kegiatan yang berasal dari bahasa sansekerta yang artinya beranekaragam, sehingga untuk mewujudkan kelancaran kegiatan yang diharap dapat mewujudkan keharmonisan beranekaragam budaya, agama, sosial dan politik.
Kata “MANEKA WARNA” kemudian dipilih karena dianggap dapat menjadi nama yang unik dan membedakan kegiatan ini dengan kegiatan serupa yang lainnya.
- Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, LKIMB UNM Gelar EMPATI
- Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, LKIMB UNM Bakal Gelar Kompetisi Esai Tingkat Nasional
- Latih Kader Berpikir Kritis, UKM LKIMB UNM Gelar Kelas Ideologi
- Tangkal Pemberitaan Hoaks, UKM LKIMB UNM Gelar Pelatihan Jurnalistik
Tujuan daripada kegiatan ini untuk membina nilai-nilai toleransi dengan pendekatan dialog dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi serta memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November lalu.
“Kalo kita pake logika terbalik berarti perdamaian di negara kita ini sedang ada yang mengusik atau saat ini sedang tidak baik-baik saja, jadi diadakan Pelatihan Pendidikan Perdamaian ini untuk memberikan pemahaman dan membuka ruang-ruang bertemu antar individu yang berbeda latar belakang. Perbedaan itu merupakan nikmat yang semestinya kita kelola dengan pikiran yang terbuka,” ujar Abdul Qadir Jaelani selaku Dewan Senior LKIMB UNM.
Senada dengan itu, Ketua Umum LKIMB UNM Syahrul Gunawan mengatakan bahwa Semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu bukan sekedar semboyan semata tapi mestinya terpatri dalam sanubari kita masing-masing.
Menurutnya, untuk mengentaskan kebencian dan kebodohan diperlukan pondasi literasi yang kuat dan pisau mata pikiran yang kritis.
“Dengan adanya Pelatihan Pendidikan Perdamaian ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan ruang temu antar individu yang berbeda latar belakang yang diharapkan saling berinteraksi memotong stereotipe dan prasangka kepada orang yang berbeda dengan kita,” jelasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Pendidikan Perdamaian, Andi Muhammad Fadhli Ajra mengatakan kegiatan ini terlaksana berkat dukungan seluruh mitra, delegasi dan para peserta yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada lembaga yang mendukung kegiatan ini sehingga mampu terlaksana, sebab untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis di tengah kemajemukan perlu kerja-kerja kolaboratif,” ungkapnya.
Kegiatan pembukaan Pelatihan Pendidikan Perdamaian Manekawarna ini ditutup dengan pembacaan doa yang dilakukan oleh salah satu anggota UKM LKIMB UNM.
Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan penerimaan materi selama 3 hari 2 malam di Wisma Latobang pada tanggal 19-21 November 2021.
Citizen Reporter : Nurul Hisani B
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
