Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari soal kabar yang menyebut Universitas Ibnu Chaldun masuk dalam daftar Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) sebagi kampus bodong.
Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Selasa 13 April 2021, menyayangkan kabar terkait kampus Ibnu Chaldun yang dipimpin oleh Profesor Musni Umar tersebut.
Pasalnya, menurut Eko, Prof Musni Umar yang menjadi rektor di universitas tersebut merupakan konsultan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Padahal rektornya konsultan PBB lho,” cuit Eko Kuntadhi.
Dalam cuitannya itu, Eko menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Ibnu Chaldun Masuk Daftar Kampus Bodong, Mahasiswa Demo Dikti’.
Dalam isi pemberitaan yang dimuat Suara.com pada Jumat 2 Oktober 2015 silam tersebut, ratusan mahasiswa dari BEM Universitas Ibnu Chaldun, Rawamangun, Jakarta Timur, melakukan unjuk rasa di depan kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Jalan Sudirman, Pintu I, Senayan, Jakarta Selatan.
Mereka menuntut pertanggungjawaban Dikti karena memasukkan kampus mereka ke dalam daftar kampus bodong dengan status non aktif di website Dikti.
“Kami minta klarifikasi kepada Dikti kenapa kampus kami terdaftar sebagai kampus bodong yang mengeluarkan ijazah palsu,” ujar Koordinator Aksi Ahmad Zaky Latupono, Jumat 2 Oktober 2015 seperti dikutip dari Suara.com.
Menurutnya, kampus Ibnu Chaldun yang berlokasi di Jalan Pemuda I Kavling 97 telah menjalankan aktivitas perkuliahan sesuai dengan kaidah- kaidah dan aturan pendidikan yang berlaku.
“Jadi tidak ada hal yang dapat menutup izin kampus kami atau menonaktifkan,” tegas Zaky.
Selain itu, mereka meminta Dirjen Dikti mengklarifikasi bahwa kampus Ibnu Chaldun bukan kampus bodong.
Sebab menurutnya, kasus ijazah bodong terjadi karena ada makelar atau penjual ijazah yang mencatut nama kampus Ibnu Chaldun.
“Kami menuntut Dirjen Dikti mengaktifkan kembali status kampus Universitas Ibnu Chaldun,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
