Terkini.id, Jakarta – Tepat di tahun baru, Sabtu, 1 Januari 2022, Eijkman Institute melebur ke BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).
Eijkman Institute atau dikenal dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBM Eijkman) merupakan tempat lahir Ilmu Vitamin dan Kedokteran Tropis.
Eijkman Institute telah berdiri sejak Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1888 sebagaimana dilansir dari laman resmi Eijkman Institute.
Lembaga ini bermula dari sebuah yayasan pada 1888 sebagai Laboratorium Penelitian untuk Patologi dan Bakteriologi.
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBM Eijkman) adalah salah satu lembaga yang diintegrasikan ke dalam BRIN.
Untuk selanjutnya, nama LBM Eijkman per September 2021 lalu juga diubah menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.
Berkenaan dengan ini, dikabarkan sekitar 120 saintis dan staf pendukung kehilangan pekerjaan mereka sebagaimana menurut indonewsid.
“Masuknya Lembaga Biologi Molekuler Eijkman kepada BRIN yang menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman maka kompetensi para periset biologi molekuler akan semakin meningkat,” kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko sebagaimana dilansir terkini.id dari kompas.com
Adapun, fasilitas penelitian yang selama ini berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), nantinya akan dipusatkan di Gedung Genomik di Cibinong Science Center (CSC), yang merupakan fasilitas penelitian milik Kementerian Kesehatan.
Dengan adanya pengintegrasian ini, publik sangat menyayangkan sebab pekerja yang diberhentikan begitu saja setelah bekerja dan mengabdi pada negara dan berakhir tanpa pesangon apa-apa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
