Dilebur ke BRIN, LBM Eijkman: Kami Pamit

Dilebur ke BRIN, LBM Eijkman: Kami Pamit

R
Khaera Ummah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman atau yang biasa dikenal dengan sebutan Eijkman Institute melebur dan bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). LBM Eijkman lewat akun Twitternya menggunggah foto bersama para peneliti yang pernah bekerja di lembaga itu.

Salam perpisahan ini diunggah langsung oleh LBM Eijkman, @eijkman_inst pada Minggu 2 Januari 2022. Tampak unggahan foto para staf Eijkman dan peneliti yang kompak memakai baju putih.

Eijkman berpamitan setelah 33 tahun berkiprah dalam pengembangan penelitian biologi molekuler. Mereka turut mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan selama 33 tahun Lembaga Eijkman berkiprah dalam pengembangan penelitian Biologi Molekuler Kesehatan dan Obat di Indonesia dan dunia,” tulis lembaga itu dalam akun twitter @eijkman_inst dikutip dari laman detikcom.

Lembaga ini mengajak semua menjaga spirit dan etos kerja para penelitia di mana pun berada.

Baca Juga

“Mari jaga spirit & etos kerja dimanapun kita berada. #EijkmanForIndonesia #KamiPamit,” tulis lembaga itu.

Lembaga penelitian ini sudah berdiri sejak 15 Januari 1888 pada masa kolonial Belanda. Pendirinya adalah peneliti terkemuka Belanda saat itu, Christian Eijkman.

Namun lembaga ini sempat dilebur dengan RS Cipto Mangunkusumo lantaran masalah politik dan ekonomi pada 1960 – an.

Lembaga Eijkman terlahir kembali pada berkat inisiatif dari BJ Habibie yang pada masa itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi. Kendati demikian, lembaga ini baru sah sebagai lembaga pada tahun 1992.

Lembaga ini kemudian dipimpin oleh Profesor Sangkot Marzuki hingga 2014. Kepemimpinan selanjutnya dipegang oleh Profesor Ain Soebandrio.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa setelah integrasi Eijkman dengan BRIN, banyak peneliti di Eijkman yang kehilangan pekerjaan. BRIN menepis kabar soal nasib para ilmuwan dan peneliti itu.

“Informasi itu tidak benar,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dikutip dari laman detikcom, Sabtu 1 Januari 2022.

Lantas, apa yang terjadi pada para ilmuwan dan staf peneliti di Eijkman?

“Perlu dipahami bahwa LBM Eijkman selama ini bukan lembaga resmi pemerintah dan berstatus unit proyek di Kemristek. Hal ini menyebabkan selama ini para PNS periset di LBME tidak dapat diangkat sebagai peneliti penuh dan berstatus seperti tenaga administrasi,” kata Kepala BRIN Laksana dikutip dari laman detikcom.

Kepala BRIN Laksana juga menuturkan bahwa para periset di LBM Eijkman akan diangkat menjadi PNS peneliti.

“Dengan status ini, para periset di LBM Eijkman dapat kami angkat menjadi peneliti dengan segala hak finansialnya,” kata Kepala BRIN Laksana dikutip dari laman detikcom.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.