Masuk

Usai Tragedi Kanjuruhan, Aremania Kirim Surat Somasi ke Presiden Jokowi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Suporter klub sepak bola Arema FC melayangkan somasi kepada Presiden Jokowi. Somasi juga ditujukan kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan hingga menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Tak hanya itu, surat somasi Aremania juga ditembuskan ke Pengadilan Internasional Belanda dan FIFA di Swiss.

Melansir Suara.com jaringan Terkini.id, somasi yang disebut “Arema Menggugat” itu berisi sembilan poin tuntutan soal tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Salah satunya, dalam aksi kerusuhan itu, Aremania meminta polisi untuk segera menetapkan tersangka.

Jika dalam kurun waktu 3×24 jam tidak dipenuhi, mereka akan tegas untuk menempuh jalur hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Berikut isi poin somasi yang dilayangkan oleh Aremania kepada pemerintah soal tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

1. Mendesak Presiden Republik Indonesia, Menpora Republik Indonesia, Kapolri, Panglima TNI, DPR RI, Ketua PSSI, Direktur PT. LIB, Manajemen Arema FC, dan Panitia pelaksana pertandingan, untuk meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah somasi terbuka ini disampaikan.

2. Menuntut adanya pernyataan secara terbuka dari pihak pengamanan dan penyelenggara melalui media bahwa timbulnya korban jiwa di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang adalah murni kesalahan penyelenggara maupun satuan pengamanan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah somasi terbuka ini disampaikan.

3. Menuntut penetapan tersangka kepada para pelaku dalam jangka waktu 3 (tiga) hari sejak somasi terbuka ini disampaikan.

4. Menuntut adanya pertanggungjawaban hukum secara perdata maupun pidana oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Harapan Jokowi dalam Acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

5. Menuntut pihak penyelenggara dan perangkat pertandingan, untuk memastikan adanya jaminan (asuransi) terkait dengan hak-hak para korban baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka.

6. Menjamin tidak akan terulangnya kembali tindakan represif aparat keamanan terhadap penanganan kerumunan suporter di dalam stadion dengan melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya implementasi Prinsip HAM.

7. Mendesak Negara, dalam hal ini direpresentasikan melalui institusi negara, seperti Komnas HAM, Kompolnas, POM TNI, dan lainnya, untuk segera melakukan transparansi penyelidikan secara menyeluruh, akuntabel serta terpadu terhadap tragedi yang telah mengakibatkan jatuhnya 131 korban jiwa (data sementara) dan korban luka-luka dengan membentuk tim penyelidik independen, untuk memeriksa dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian dan TNI yang bertugas di lapangan.

8. Mendesak Presiden, Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas tragedi yang terjadi yang memakan korban jiwa baik dari massa suporter maupun anggota kepolisian.

9. Mendesak dilibatkannya Tim Pendampingan Bantuan Hukum Aremania dalam segala proses investigasi tragedi kemanusiaan 01 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.