Terkini, Jeneponto – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal berlangsung 27 November 2024, sejumlah partai politik akan menentukan pasangan bakal calon yang akan diusung dan didukung.
Sejumlah partai politik hingga saat ini belum menentukan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati siapa yang akan di usung dan didukung pada Pilkada Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.
Diantaranya partai Solidaritas Indonesia (PSI) hingga saat masih utak atik dalam menentukan sikap kearah mana dukungannya pada hajatan demokrasi lima tahunan tersebut,
Sejumlah nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati telah mengisi ruang ruang publik Jeneponto, seperti Syamsuddin Karlos politisi PAN yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPC PKB Jeneponto yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mantan Wakil Bupati, Paris Yasir yang juga Ketua DPD Nasdem Jeneponto, Ashari Fakhsirie Radjamilo dan Efendi Alqadrie Mulyadi.
Jika melihat komposisi perolehan kursi partai politik pada Pemilu 2024 di Kabupaten Jeneponto, belum satupun partai politik yang memenuhi persyaratan mengusung sendiri pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Dimana dibutuhkan delapan kursi anggota DPRD hasil Pemilu untuk dapat memgusung satu pasangan calon.
- Perjuangan Keisha, Pemprov Sulsel Ungkapkani Cathlyn Ranking 7, Utusan Makassar Lainnya Posisi 5
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
Lalu bagaimana dengan partai politik yang belum memiliki kursindi DPRD Kabupaten Jeneponto, salah satunya Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) yang pada Pemilu b2024 belum berhasil mendudukkan kadernya di DPRD Kabupaten Jeneponto .
Ketua DPD PSI JENEPONTO, Muhammad Nasir Ibrahim mengatakan, secara institusi PSI Jeneponto belum menentukan sikap politiknya.
“Sejumlah nama yang santer disebut sebagai bakal calon Bupati itu masih berupa wacana yang kepastiannya untuk maju sebagai calon Bupati Jeneponto belum dapat dipastikan karena terkadang keinginan tidaklah selalu menjadi kenyataan,” Kata Muhammad Nasir Ibrahim kepada Terkini, Selasa, 21 Mei 2024.
Muhammad Nasir Ibrahim mengatakan, hingga sekarang, 21 Mei 2024, tahapan Pilkada serentak belum memasuki tahapan pencalonan pasangan yang diusung oleh gabungan atau koalisi partai politik.
“Tak punya kursi parlemen bukan berarti kami hanya jadi penonton, apalagi apatis terhadap perhelatan Pilkada 2024 di Jeneponto, kami akan dukung calon pemimpin yang amanah, kami tidak hanya mencari pemenang, tapi kami mencari figur terbaik yang dapat menjadikan Jeneponto sebagai kawasan ekonomi terpadu dikawasan Selatan Selatan Sulsel,” ungkap Muhammad Nasir.
Dalam menentukan sikap PSI, kata Muhammad Nasir, harus dengan koordinasi dengan DPW dan DPP PSI
“Dalam menentukan sikap , kami akan berkordinasi dengan DPW PSI Sulsel dan Dewan Pimpinan Pusat PSI di Jakarta sebagai kiblat kebijakan organisasi,” Terangnua.
Kendati demikian , dalam menghadapi kontestasi Pilkada serentak 2024, DPP PSI telah mengeluarkan fatwa untuk dijadikan rujukan bagi DPD PSI seluruh Indonesia.
“Seorang kandidat memiliki kualifikasi sebagaimana yang telah digariskan oleh PSI, yakni memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan intoleransi, memiliki pengetahuan yang baik namun tidak terbatas pada pengelolaan pemerintahan yang baik seperti penataan transportasi publik, pengelolaan air, pengelolaan sampah, pengelolaan dan penataan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi publik, perencanaan perumahan rakyat serta program kesejahteraan rakyat seperti pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
