Utang Pemerintahan Jokowi Membengkak, Sutan Mangara Harahap: Prestasi Bapak Dimana?

Utang Pemerintahan Jokowi Membengkak, Sutan Mangara Harahap: Prestasi Bapak Dimana?

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Penuslis cerita dan editor karikatur Indonesia, Sutan Mangara Harahap mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang saat ini utang era pemerintahannya mengalami pembengkakan hingga menyentuh angka Rp. 7.000 triliun.

Membengkaknya utang pemerintahan Presiden Jokowi menimbulkan tanya untuk Sutan, yakni soal prestasi Jokowi.

“Maaf pak mau nanyak? Utang tembus 7.000 Trilun. Lalu prestasi bapak dimana?”, tulis Sutan dalam sebuah cuitannya, dikutip, Senin 4 April 2022.

Utang Pemerintahan Jokowi Membengkak, Sutan Mangara Harahap: Prestasi Bapak Dimana?
Screenshot cuitan Sutan Mangara Harahap (Twitter).

Selain itu, Sutan juga mempertanyakan dari sisi harga kebutuhan pokok yang terus mengalami lonjakan harga beberapa waktu terkahir, juga belum lama ini BBM jenis pertamax juga mengalami kenaikan harga.

“BBM naik, sembako naik, migor naik, PPN naik, semua serba naik. Lalu prestasi bapak dimana?”, tulisnya lagi.

Baca Juga

Dilansir Terkini.id, Sutan Mangara Harahap memang kerap kali mengkritisi era kepemimpinan Jokowi, termasuk soal utang negara yang terus membengkak.

“Coba bayangkan! Anda memiliki segunung utang, untuk membayar bunganya anda menggunakan dana utangan. Apa perekonomian anda sehat? Ada sebuah negara yang mengalami hal tersebut! Tapi presidennya dianggap berprestasi karena numpuk utang”, tulis Sutan.

Utang Pemerintahan Jokowi Membengkak, Sutan Mangara Harahap: Prestasi Bapak Dimana?
Screenshot cuitan Sutan Mangara Harahap (Twitter).

Diwartakan sebelumnya, lonjakan utang Indonesia diumumkan oleh Kementerian Keuangan bahwa posisi utang Indonesia berada di angka Rp 7.014,58 triliun atau sebesar 40,17% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan laporan APBN pada edisi maret, terjadi peningkatan total utang pemerintah seiring dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman pada bulan Februari 2022.

“Per akhir Februari 2022, posisi utang Pemerintah berada di angka Rp 7.014,58 triliun dengan rasio utang Pemerintah terhadap PDB sebesar 40,17 persen”, tulis Kemenkeu dalam rilis APBN KiTa, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu 2 April 2022.

Utang tersebut terdiri atas surat berharga dengan denominasi rupiah senilai Rp 4.901 triliun dengan rincian Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 4.054 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 847 triliun.

Sementara itu, pinjaman pada saat ini berada di posisi Rp 850 triliun atau 12,12 persen dari total utang yang ada.

Pinjaman terbagi dua, yakni dari dalam negeri sebesar Rp 13,27 triliun dan luar negeri sebesar Rp 837 trilun.

Pinjaman yang datang dari luar negeri tersebut berasal dari beberapa sumber, seperti kerjasama bilateral sebesar Rp 294 triliun, multilateral sebesar Rp 499 triliun dan perbankan komersial Rp 43 triliun.

Utang tersebut digunakan Kemenkeu untuk menutupi pembiayaan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya pada bulan Januari, posisi utang Indonesia berada pada angka Rp 6.919 triliun dengan rasio utang terhadap PDB hanya sebesar 39,63 persen.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.