Pelatihan ini mencakup beberapa aspek penting:
1. Teknik Jurnalisme Investigatif: Strategi menggali informasi mendalam melalui wawancara, dokumen, dan penelitian lapangan.
2. Pemanfaatan Data dalam Pelaporan: Cara menemukan, memverifikasi, dan mengolah data untuk mendukung narasi berita yang kuat.
3. Prinsip Berita Berimbang dan Bertanggung Jawab: Edukasi untuk menghasilkan laporan yang sesuai dengan kode etik jurnalistik.
4. Distribusi Digital: Tips efektif untuk menyampaikan laporan jurnalistik melalui platform digital.
Sesi studi kasus dan diskusi interaktif memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan yang relevan secara langsung, menjadikan pelatihan ini sebagai pengalaman yang aplikatif dan berdampak nyata.
Melalui inisiatif seperti ini, PT Vale terus mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memperkuat kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam sektor media. Selain itu, penguatan jurnalisme investigatif berbasis data membantu menciptakan transparansi yang menjadi fondasi tata kelola berkelanjutan.
Upaya ini melengkapi berbagai program PT Vale sebelumnya, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi lebih dari 100 jurnalis di wilayah operasional perusahaan, seperti Blok Sorowako, Pomalaa, dan Morowali.
Dengan inisiatif berkelanjutan ini, PT Vale berharap dapat menciptakan ekosistem jurnalistik yang lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga memperkuat perannya dalam membangun masyarakat yang sadar dan mendukung keberlanjutan secara holistik.
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
Pada pelatihan tersebut, turut mengadirkan pula dari NGO Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel untuk memberikan pemahaman dan wawasan terkait eksplorasi data dan riset terkait advokasi lingkungan yang memungkinkan dilakukan oleh para jurnalis atau wartawan.
Kepala Departemen Riset dan Keterlibatan Publik Walhi Sulsel Slamet Riadi mengajak wartawan se-Sulawesi untuk mengawal bersama isu permasalahan lingkungan yang ada di wilayah ini, utamanya di Sulawesi Selatan (Sulsel). Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pelestarian dianggap bisa memberi efek untuk keberlanjutan masyarakat di masa depan.
“Walhi dan jurnalis harus saling kolaborasi, untuk menginvestigasi dan melakukan peliputan bersama. Kami bisa meriset, wartawan bisa mempublikasi agar bersama-sama mencegah kerusakan lingkungan semakin luas,” ungkapnya.
Tingkatkan Skill Penulisan Jurnalis
Pelaksanaan training media disambut positif sejumlah jurnalis, apalagi berbagai materi dihadirkan untuk mengasah kemampuan penulisan mendalam dengan mengolah data agar berita bisa semakin menarik untuk dibaca.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
