Di Balik PROPER Emas Pertama Perusahaan Pertambangan yang Beroperasi di Lutim: Usaha Tulus untuk Memberi Dampak

Di Balik PROPER Emas Pertama Perusahaan Pertambangan yang Beroperasi di Lutim: Usaha Tulus untuk Memberi Dampak

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Di tengah gemuruh truk-truk jumbo yang hilir mudik mengangkut tanah bercampur nikel di Blok Sorowako, Luwu Timur, ada nilai yang terus dipupuk di dalam diri para pekerja PT Vale Indonesia. Bahwa aktivitasnya bukan cuma menambang. Tapi untuk kemanusiaan dan lingkungan.

Terkini, Lutim – Sebagai bagian dari Group Mining Industry (MIND ID) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) merupakan satu dari banyak perusahaan tambang nikel yang beroperasi di sepanjang garis tektonik yang kaya dengan laterit di bagian jantung Pulau Sulawesi-Maluku Utara.

Meskipun aktivitas pertambangan nikel selalu dibenturkan dengan risiko lingkungan dan sosial, perusahaan tambang berlokasi di Luwu Timur ini tetap bisa menjaga posisi sebagai industri yang memberi dampak untuk lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dedikasi itu mendapat pengakuan tertinggi berupa PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI. Pada Februari 2025 lalu, KLH memberikan penghargaan tertinggi itu kepada 85 perusahaan, karena dianggap mencapai standar pengelolaan lingkungan yang melebihi persyaratan dan secara konsisten berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, PT Vale menjadi satu-satunya perusahaan di sektor tambang, dari 85 perusahaan yang meraih penghargaan emas itu.

Di Balik PROPER Emas Pertama Perusahaan Pertambangan yang Beroperasi di Lutim: Usaha Tulus untuk Memberi Dampak
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan medali PROPER Emas kepada PT Vale, yang diwakili COO PT Vale Indonesia, Abu Azhar.(ist)
Baca Juga

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemimpin perusahaan peraih proper emas, karena taat dan luar biasa mendedikasikan diri demi mewujudkan kelestarian hidup di Indonesia.

“Saya percaya dengan kolaborasi yang baik dunia usaha dan stakeholder lainnya dapat menjadi fondasi utama mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,” ujar Hanif Faisol, dalam penyerahan tersebut.

Inovasi Perseroan, yang membuatnya diganjar penghargaan PROPER emas, salah satunya mengembangkan sebuah inisiatif untuk mendukung pencapaian net-zero emission dari sisi industri, berdasarkan Life Cycle Analysis (LCA) yang dilakukan secara menyeluruh.

Inisiatif unggulan yang dipresentasikan itu adalah Program ROJALI (Jalur Alternatif Auxiliary Grid), yang memanfaatkan energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) selama pemeliharaan jaringan Listrik auxiliary.

Sehingga, ketika operasional industri di perusahaan tambang yang beroperasi di Bumi Batara Guru ini harus menggunakan jaringan listrik cadangan –karena pemeliharaan pada jaringan dari PLTA, maka tidak lagi harus menghidupkan pembangkit diesel yang mengeluarkan asap emisi karbon.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.