“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, setiap surat suara yang rusak atau sudah tercoblos langsung kami ganti demi menjaga kelancaran proses pemungutan suara,” ujar Agung Mono.
Pemungutan Suara Tetap Berjalan
Meski diliputi suasana tegang, proses pemungutan suara di kedua TPS tersebut tetap berjalan. KPPS memastikan bahwa semua surat suara yang digunakan sah dan tidak tercemar insiden sebelumnya.
Namun, insiden ini meninggalkan tanda tanya besar. Para pengamat politik menilai bahwa kasus semacam ini harus menjadi pelajaran untuk penyelenggara pemilu agar lebih waspada dan profesional dalam mempersiapkan setiap tahapan pemilu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa mengenai penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini.
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Bank Sulselbar dan Pemkab Bone Sepakat Lanjutkan Kolaborasi Layanan Publik
- Pemkot Makassar Kembangkan LONTARA+ Berbasis Website, Warga Makin Mudah Mengakses Layanan
Baik pihak paslon maupun penyelenggara pemilu kini menunggu langkah hukum berikutnya untuk memastikan insiden tersebut tidak mengganggu hasil pemilu secara keseluruhan.
Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Gowa Muhtar Muis mengaku belum mendapat informasi soal temuan tersebut.
“Saya lagi di Kecamatan Parigi,” tuturnya.
Pemilu serentak 2024, yang diharapkan menjadi ajang demokrasi bersih dan transparan, kini mendapat sorotan tajam.
Di tengah antusiasme warga untuk memberikan hak pilih, insiden seperti ini bisa menjadi noda dalam perjalanan demokrasi di Sulawesi Selatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
