Viral Karyawati Ngaku Hampir Diculik Driver Taksi Online, Ternyata Hanya Salah Paham

Karyawati Diculik
Karyawati di Jakarta, Tian, ngaku hampir diculik driver taksi online. (Foto: Detik)

Terkini.id, Jakarta – Seorang karyawati di Jakarta, Tian (25), mengaku sempat hampir diculik oleh oknum driver taksi online. Ia pun menceritakan pengalamannya itu lewat media sosial yang kemudian viral.

Dalam unggahannya, Tian menceritakan bahwa dirinya dibawa berputar-putar oleh driver taksi online seperti hendak diculik.

Tian berkali-kali menegur si driver lantaran jalanan yang dilewati sudah keluar dari rute dalam map. Selain itu, oknum driver tersebut membawa mobil dengan melaju kencang.

Kajadian itu sendiri dialami Tian pada 6 Februari 2020, lalu. Saat itu, ia memesan taksi online dari tempat indekosnya di Palmerah, Jakarta Barat, menuju ke dua titik, pertama ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan melanjutkan ke titik kedua di ICE BSD, Serpong.

Namun, kasus antara Tian dan sang driver kini telah selesai dan berujung damai usai Tian memberi klarifikasinya atas kejadian yang ia alami. Dia bahkan meminta maaf ke driver tersebut.

Menarik untuk Anda:

“Saya ingin mengklarifikasi kejadian ini setelah adanya mediasi bersama┬ádriver tersebut dibantu pihak Polda Metro Jaya, maka beberapa poin yang pada saat itu saya tanyakan telah terjawab,” ujar Tian kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 11 Februari 2020

Ia pun telah memahami bahwa dalam kejadian itu, dia telah salah paham ke sang driver.

“Saya telah memahami bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi, dikarenakan driver┬átersebut pun baru memulai jadi driver selama 1 bulan,” ujar Tian.

Kesalahpahaman itu, kata Tian, adalah masalah arah tujuan yang membuatnya panik.

“Terjadi human error, kesalahan arah tujuan yang membuat saya panik, dan meminta diturunkan di pinggir tol arah ke jalan raya,” ungkapnya.

Saat ini, kasus antara dirinya dan sang driver yang diketahui bernama Muhammad Imam Sohibi dianggapnya sudah selesai setelah keduanya saling memaafkan.

“Maka dari itu, saya memohon maaf kepada Muhammad Imam Sohibi, keluarga dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi. Saya akan segera mencabut laporan ini secepatnya,” ujar Tian.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sempat Ditetapkan TMS di Pilkada, Bupati Majene Fahmi Massiara Meninggal Dunia

Penampakan Bandara Sultan Hasanuddin ‘Terbaru’ yang Rampung Oktober 2021, Ada 12 Gate

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar