Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Rabu 10 Februari 2021, South China Morning Post mengunggah sebuah video yang sukses mencuri perhatian publik.
Sebenarnya, video tersebut hanya berupa video unjuk rasa biasa yang jika dipikir akhir-akhir ini memang sedang marak-maraknya terjadi di Myanmar.
Namun, yang membuatnya unik sekaligus mengejutkan, yaitu terekamnya aksi tiga orang polisi Myanmar yang di tengah-tengah unjuk rasa massa justru bergabung bersama mereka, berbalik mendukung demonstran penentang kudeta militer.
Dalam video berdurasi 2 menit 27 detik itu, awalnya kamera memperlihatkan segerombolan massa yang disemprot dengan meriam air.
Para demonstran pun bertepuk tangan dan bersorak, membuat para polisi kembali menyemprotkan siraman kedua.
- Honda Bikers Day 2026 Hadir di Makassar, Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
- Honda CT125 Hadir dengan Warna Baru Matte Fresco Brown, Makin Ikonik
- Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum untuk Dukung Operasional Pelabuhan
- HBD 2026 Usung "Legacy of Spirit", Satukan Bikers Lintas Generasi
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 130 Persen di Sulsel
Lalu hal yang tak diduga-duga pun terjadi. Di tengah semprotan kedua, seorang polisi Myanmar diikuti dua orang lainnya lagi tiba-tiba mendekati para demonstran sebelum kemudian bergabung ke barisan mereka.

Hal tersebut tentu saja membuat para demonstran senang bukan main mengetahui bahwa tiga sosok penegak hukum itu berpihak pada mereka. Semuanya bersorak dan bertepuk tangan.

Tak lama kemudian, seorang polisi maju dengan niat menarik ketiga rekannya kembali ke barisan mereka.

Namun, upayanya tersebut dihentikan oleh salah seorang demonstran yang bergerak cepat untuk memeluk tiga polisi yang berada di kubu mereka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
