Terkini.id, Jakarta – Satu lagi dokter yang harus berpulang karena berjuang melawan virus corona COVID-19. Dia adalah dokter Michael Robert Marampe.
Kepergian Robert mendapat banyak simpati dari kerabat dan rekan kerjanya. Hal itu lantaran sebelum meninggal dia sering menyemangati rekan-rekannya untuk terus berjuang.
Bukan hanya itu, Robert diketahui akan menikahi kekasihnya pada tanggal 11 April 2020. Namun, rencana itu harus tertunda lantaran dia memilih menjalankan tugas kemanusiaannya.
Dokter Robert yang menangani pasien penderita virus Corona atau Covid-19 tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sebelum wafat, Dokter Michael sempat menyampaikan curhatnya lewat postingannya di media sosial.
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Wali Kota Makassar Ikuti Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Rakernas APEKSI XVIII Medan
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
- Bapperida Bulukumba dan FISIP Unhas Bahas Strategi Pelestarian Pinisi Lewat Riset
“Halo teman-teman semua. Selamat pagi, selamat beraktivitas. Saya dokter Michael Robert Marampe. Hari ini adalah hari ke delapan saya dirawat. Saya menjadi salah satu korban dari Covid-19,” tutur dokter lulusan UKI ini.
“Buat saya, menjadi dokter adalah suatu kebanggaan tersendiri. Tetap bisa melayani pasien, bisa membantu banyak orang, dan tidak ada penyesalan sedikit pun. Buat teman-teman semua di garda terdepan, tetap semangat dan wajib menggunakan APD yang lengkap. Selalu semangat teman-teman semua dan Tuhan Yesus memberkati,” sambungnya.
Mikhael menyebut, dirinya dinyatakan Covid-19 dari hasil rapid test. Dia lantas menjalani perawatan medis di RS Persahabatan selama delapan hari.
Rencana pernikahan Michael pada 11 April 2020 lalu sempat tertunda lantaran tugas kemanusiaan.
Informasi meninggalnya Mikhael disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui akun media sosialnya. Mikhael disebut berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
“Kalau dr Mikhael, dia kan sehari-hari praktik di Bekasi. Jadi dr Mikhael itu kan sudah sempat dirawat di Rumah Sakit Persahabatan kan ya. Waktu itu (statusnya) PDP, diobservasi di Persahabatan. Sudah sempat membaik, pulang ke rumah, kemudian belakangan dikabarkan masuk lagi ke rumah sakit, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” kata Humas IDI, Halik Malik dikutip dari jpnncom.
Mikhael, lanjut Halik, sempat memiliki keluhan sesak napas selama perawatan. Karena itulah, Halik mengatakan ada dugaan Mikhael terjangkit virus corona.
“Yang kita tahu memang sempat dirawat dengan keluhan sesak napas salah satunya. Jadi untuk status perawatannya sendiri disebutkan dalam pengawasan, dalam observasi Covid. Tapi kan tentu untuk konfirmasi Covid saat ini standarnya kan tetap harus diperiksa konfirmasi. Ya itu SOP atau protap yang ada di rumah sakit, semua pasien ODP atau PDP itu harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan swab,” jelas Halik.
“Jadi kalau dikatakan PDP tidak salah, karena kan memang dirawatnya di Rumah Sakit Persahabatan, di Rumah Sakit Polri, dengan keluhan terkait dengan Covid-19. Jadi memang ada dugaan ke sana, dari gejala-gejala yang dikeluhkan atau ditunjukkan selama perawatan,” sambung dia.
Namun, Halik belum bisa memastikan apakah Michael bertugas menangani langsung pasien Covid-19 atau tidak.
“Rapid test kan itu kalau rapid test kan nanti hasilnya apakah reaktif atau non-reaktif. Biasanya kalau sudah ada gejala, dirawat di Persahabatan kan sampai 8 hari ya, dari pernyataannya beliau itu kan per tanggal 17 (April) ya, berarti dirawatnya tanggal-tanggal 10, tanggal 11 gitu kan. Beliau masih muda. Alumni UKI, masuk 2009, usianya 28 tahun,” ungkap Halik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
