Wah, Ilmuwan China Ungkap 2 Fakta Terbaru Virus Varian Delta, Begini Penjelasannya

Terkini.id, Internasional – Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan adanya perpanjangan PPKM Darurat dengan pergantian nama menjadi PPKM level 3 dan 4.

Secara khusus, Jokowi juga sempat menyinggung terkait adanya virus jenis baru yang sudah masuk di negara Indonesia, yakni virus varian Delta.

Konon, virus varian Delta ini lebih berbahaya dibandingkan virus yang biasanya, sebab, selain berbahaya, tingkat penyebaran dan penularannya pun cukup cepat.

Baca Juga: Polisi Adakan Lomba Mural Berhadiah Piala Kapolri, Netizen: Cuci Tangan

Hingga kini, para ilmuwan masih tetap berusaha mengungkap mengapa virus corona varian Delta ini memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan biasanya.

Melansir Detikhealth pada Senin, 26 Juli 2021, kelompok ilmuwan dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Guangdong di China telah mempublikasikan penelitiannya di jurnal preprint Virological.

Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Antikritik, Sudah Biasa Dihina Dibilang PKI dan...

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengungkap adanya dua fakta terbaru terkait virus corona varian Delta alias B 1617.2.

Adapun fakta pertama, yaitu jumlah virus atau viral dari load rata-rata pada pasien yang terindaksi varian Delta 1.620 kali lipat lebih tinggi dibanding varian asli. Ini mengindikasikan replikasi yang lebih cepat.

“Data ini menekankan bahwa varian Delta mungkin lebih menular pada tahap awal infeksi,” tulis para Ilmuwan.

Baca Juga: Viral Aksi Bentang Poster di Depan Jokowi, Pria Peternak Ini...

Fakta yang kedua, pasien yang terinfeksi oleh virus varian Delta akan cenderung mendapatkan hasil positif yang lebih awal dibading varian asli dalam tes PCR (polymerasi chain reaction).

Benjamin Cowling selaku ahli epidemiologi dari Unversity of Hong Kong mengaktan bahwa kombinasi antara jumlah virus yang sangat tinggi dengan masa inkubasi yang pendek diyakini menjadi penyebab mengapa varian Delta lebih mudah untuk menular.

Bagikan