Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, artis sekaligus presenter senior Feni Rose turut buka suara terkait viralnya video warga Desa Wadas yang dikepung aparat.
Ya, seperti diketahui, belum lama ini memang heboh ratusan personel polisi diturunkan untuk melakukan pengukuran lahan yang akan digunakan untuk pertambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo.
Namun, pengukuran lahan itu mendapat penolakan tegas dari warga Desa Wadas lantaran pertambangan batu andesit dinilai bakal mengancam lingkungan tempat tinggal mereka.
Buntut dari penolakan tersebut, warga Desa Wadas pun diserbu oleh ratusan personel polisi. Bahkan, puluhan warga ditangkap dengan dalih bersikap anarkis.
Peristiwa yang menimpa warga Desa Wadas itu kontan membuat Presenter Feni Rose ikut angkat bicara.
- Zulkifli Hasan Kaget Harga Bahan Pokok Naik, Feni Rose: Yang Dibaca Berita Tentang Apa Sih di Media?
- Feni Rose Formula E Bukan Kampanye Capres, Netizen: Ticketnya yang Beli Parpol
- Dengar Curhatan Mayang Seolah Jadikan Vanessa ATM, Ekspresi Feni Rose Disorot Netizen: Ngakak, Pertanyaannya Menjebak!
- Analogikan Peremuan Sama dengan Mobil, Kiwil Tuai Hujatan: Bodo Amat, Pahala Lo Berkurang!
- Kiwil Sebut Wanita Seperti Barang, Pemerhati Isu Gender Jengkel dan Ini Komentar Pedasnya!
Ia mengaku tak tega melihat video tersebut dan menyindir pihak-pihak tertentu yang menjelang Pemilu pasti bersikap manis, tetapi sekarang sama sekali tak ada manis-manisnya di depan warga.
“Duh gak tega liat video2 yg di proyek pengukuran paksa itu,” tutur Feni Rose, dikutip terkini.id dari Twitter @FeniRose_ via SeputarTangsel pada Kamis, 10 Februari 2022.
“kl pemilu nanti wajahnya manis manis.. kl skrg gak ada manis manisnya semua,” sindirnya pedas.
Sebagai informasi, kedatangan ribuan polisi ke Desa Wadas berhubungan dengan rencana penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk proyek Bendungan Bener.
Permasalahan Desa Wadas sendiri diketahui sudah dimulai sejak tahun 2016 silam, di mana Pemerintah berencana mengeruk tambang dari tanah desa untuk membangun bendungan di Bener, Purworejo.
Terkait hal tersebut, diketahui Gubernur Jawa Tengah, yakni Ganjar Pranowo, telah menyampaikan permintaan maafnya.
Ganjar Pranowo beserta Kapolda, BPN, dan Kasdam baru saja melakukan konferensi pers di Mapolres Purworejo pada Rabu kemarin, 9 Februari 2022, terkait warga Wadas.
Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai Gubernur Jawa Tengah bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa warga Wadas dan telah meminta kepada pihak kepolisian untuk membebaskan semua warga yang sebelumnya diamankan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
