Terkini.id, Makassar – Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar menggunakan Genose C-19 sebagai alat screening bagi siswa SD-SMP dalam proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Paripurna mengatakan saat menerima kunjungan Wali Kota Makassar Danny Pomanto di Gedung Rektorat UGM.
“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar dalam menggunakan GeNose C19 di institusi pendidikan. UGM sendiri tengah mempersiapkan penerapan GeNose C19 di lingkungan universitas, sebab selama ini kami lebih memfokuskan dalam melayani penggunaan GeNose C19 bagi eksternal.” kata Prof. Paripurna, Kamis, 10 Oktober 2021.
Lebih jauh, Prof. Paripurna menambahkan bahwa penggunaan GeNose C19 telah terlebih dahulu dilakukan di sektor transportasi, namun apabila digunakan dalam dunia pendidikan dan industri akan memudahkan proses screening dan tidak membuat karyawan atau siswa merasa tidak nyaman karena metode pemeriksaan dengan GeNose C-19 yang non-invasif.
Saat ini, GeNose C-19 juga telah digunakan di berbagai industri seperti sektor perhotelan, perkantoran, serta di berbagai institusi pendidikan untuk membantu mengurangi angka penyebaran Covid-19.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, kondisi pandemi yang saat ini mulai terkendali harus diimbangi dengan kewaspadaan bersama
Ia mengatakan meskipun saat ini Makassar telah berada dalam PPKM level 2, pemerintah tetap waspada untuk terus melakukan screening dan tracing.
“Salah satunya dengan menggunakan Genose C19 serta PCR sebagai golden standard,” ungkapnya.
Penggunaan GeNose C19 pada institusi pendidikan merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan untuk menyediakan kapabilitas sanitasi dan kesehatan bagi civitas akademis.
Terlebih, penggunaan GeNose C19 bisa memastikan bahwa sekolah menempatkan kesehatan dan keselamatan guru dan murid.
Kuwat Triyana selaku Ketua tim pengembang Genose C19 mengatakan GeNose C19 dapat membantu dalam screening yang cepat dan efektif, terutama pada institusi pendidikan.
Saat ini, pihak peneliti juga telah secara terus menerus melakukan pembaruan data agar dapat lebih akurat dalam mendeteksi varian baru Covid-19.
Selain itu, juga memastikan pelaksanaan pelatihan Sumber daya Manusia (SDM) lapangan agar bisa menginterpretasikan data dengan tepat.
Berdasarkan penggunaan harian, GeNose C19 mampu memberikan akurasi yang baik. Genose C19 digunakan sebagai syarat untuk peserta PTM.
“Hasil positif tidak akan diperkenankan masuk sekolah dan diharuskan melakukan karantina mandiri selama 7-14 hari. Apabila terdapat gejala, maka bisa melakukan tes PCR. Hal ini diharapkan bisa menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat Makassar,” tutup Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
