Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2026 yang diselenggarakan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Makassar di Gedung Marketing Office CPI Makassar, Sabtu (27/6/2026).
Program yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri atas nelayan tangkap, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha perikanan di Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami informasi cuaca maritim guna mendukung keselamatan pelayaran dan produktivitas sektor perikanan.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengapresiasi penyelenggaraan SLCN sebagai bentuk edukasi yang memberikan manfaat nyata bagi para nelayan dalam menghadapi tantangan cuaca di laut.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah pola kerja nelayan. Informasi prakiraan cuaca dan potensi daerah penangkapan ikan kini dapat dimanfaatkan sehingga aktivitas melaut menjadi lebih aman, efektif, dan efisien.
- Baru Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Gasak 261 Pegawai, 883 SPPG Ditutup Permanen
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Diskusi Refleksi 30 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, Teguhkan Komitmen Merawat Demokrasi
- Tip Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik: Paling Penting Perlindungannya
- Unhas Tetapkan Tim Penasihat Bisnis PT Haldin Metavisi Akademika, Berikut Nama-namanya
- Tingkatkan Kualitas SDM dan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Barbershop dan Perkoperasian
“Nelayan sekarang bukan lagi pergi ke laut hanya untuk mencari ikan, tetapi datang untuk menangkap ikan. Dengan dukungan teknologi, aktivitas melaut menjadi lebih terarah sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” ujar Munafri.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menghadirkan berbagai program pendukung bagi nelayan, salah satunya melalui bantuan perangkat Global Positioning System (GPS) untuk membantu menentukan lokasi penangkapan ikan secara lebih akurat.
Munafri juga menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat nelayan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus menekan risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Sebagai langkah penguatan layanan publik berbasis digital, ia mengusulkan agar informasi prakiraan cuaca dari BMKG dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi layanan Pemerintah Kota Makassar, Lontara Plus.
Melalui integrasi tersebut, masyarakat, khususnya nelayan, diharapkan dapat mengakses informasi cuaca, tinggi gelombang, hingga peringatan dini dalam satu platform sehingga informasi dapat diperoleh secara cepat dan mudah.
Munafri berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti SLCN dalam aktivitas sehari-hari serta membagikannya kepada nelayan lainnya agar budaya melaut yang aman dan berbasis informasi cuaca semakin berkembang.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diaplikasikan dalam aktivitas para nelayan. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung program-program seperti ini agar berlangsung secara berkelanjutan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
