Wali Kota Makassar Usulkan Kapal Pelni Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengusulkan kapal Pelni yang sementara tak beroperasi dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tak bergejala. 

Danny akan memohon izin pada pemerintah pusat dan PT Pelni untuk meminjam kapal penumpang untuk dijadikan ruang isolasi apung di sekitar perairan Pantai Losari. 

“Kami mengusulkan pada pemerintah pusat, kami sudah mengontak Kemenhub dan BUMN, daerah-daerah yang memiliki laut seperti Makassar bisa dipinjamkan kapal Pelni untuk dijadikan tempat isolasi mandiri (Isman) apung,” ujar Danny Pomanto, Selasa, 6 Juli 2021.

Baca Juga: Soal Mafia Tanah, 80 Persen Kasus Perdata PN Makassar Didominasi...

Menurut Danny, alternatif kapal Pelni dijadikan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 tak bergejala (asymptomatik) sangat relevan dengan beberapa pertimbangan rasional. Pasalnya, kapal Pelni memiliki daya tampung lebih dari 1.000 tempat tidur dan bisa dilakukan beberapa program pemulihan di atas kapal. 

“Kalau isolasi di hotel daya tampungnya sedikit, paling banyak kapasitas 100 kamar, kalau Kapal Pelni bisa lebih 1.000 tempat tidur. Isman bisa terukur, betul-betul isolated, lebih sistematis, dan yang tidak kalah penting bisa jauh dari pemukiman warga,” ungkap Danny. 

Baca Juga: Pro Kontra Penggunaan GeNose C-19 bagi Pelajar di Makassar

Selain itu, Danny juga berencana menyiapkan satu hotel khusus bagi tim detektor dan relawan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 saat menunaikan tugas di lapangan. 

“Tentu ada perlakuan khusus bagi tim detektor kami, selain jaminan-jaminan lainnya, jika ada yang positif lebih aman isolasi di hotel daripada di rumah mereka,” pungkas Danny. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar telah meluncurkan program penanganan khusus, yakni Satgas Pengurai Kerumunan (Raika), Satgas Covid-19 Hunter, dan Detektor Covid-19.

Baca Juga: Pro Kontra Penggunaan GeNose C-19 bagi Pelajar di Makassar

Satgas Covid-19 Hunter bertugas melakukan testing, tracing (pelacakan), dan treatment pada warga yang dicurigai terpapar Covid-19.

Sementara Satgas Detektor yang bertugas melakukan skrining pada seluruh warga Makassar, mulai dengan pendeteksian awal dengan alat GeNose.

Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab antigen, dan Swab PCR bagi warga yang terindikasi kuat terpapar atau memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Bagikan